in

Human Combustion, Fenomena Aneh di Mana Manusia Mengeluarkan Api dan Membakar Diri Sendiri

Dari semua fenomena aneh di dunia ini, mungkin Human Combustion adalah yang paling asing di telinga. Alasannya sendiri cukup masuk akal, pertama lantaran kejadiannya begitu nyeleneh serta yang kedua karena fenomenanya cukup jarang terjadi. Ya, Human Combustion ini adalah peristiwa aneh di mana tubuh bisa mengeluarkan api yang dahsyat dan akhirnya membakar tubuh sendiri sampai habis.

Terdengar aneh dan tak mungkin, tapi Human Combustion ini memang bisa terjadi. Peristiwa pertamanya ada di tahun 1663 lewat sebuah berita yang ditulis oleh seorang peneliti. Di tahun-tahun berikutnya sampai sekarang Human Combustion beberapa kali muncul. Anehnya, meskipun beberapa kali terjadi, namun tidak ada penjelasan yang benar-benar gamblang soal fenomena aneh ini. Human Combustion masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Lebih jauh tentang Human Combustion, berikut beberapa fakta soal kejadian yang masih misterius itu.

Asal Mula Fenomena Human Combustion

Human Combustion pertama kali ditemukan pada tahun 1663. Hal ini dijelaskan oleh seorang pria bernama Thomas Bartholin di mana ia menemukan seorang wanita terbakar sampai jadi abu di atas tempat tidurnya. Kejadian ini tentu mencengangkan Thomas, apalagi diketahui ternyata tempat tidur si wanita ini tidak terbakar habis. Padahal kasurnya terbuat dari jerami.

Human Combustion [Image Source]
Tak hanya Thomas, seorang pria bernama Jonas Dupont juga mendapati fenomena Human Combustion. Ia bahkan menulis sebuah buku berjudul “De Incendiis Corporis Humani Spontaneis”. Buku ini berisi kasus-kasus manusia terbakar yang pernah terjadi. Yang mencengangkan adalah, ternyata buku mencatat setidaknya 200 lebih kasus Human Combustion.

Keadaan Korban Human Combustion

Dalam 200 laporan kasus fenomena terbakarnya korban dengan cara tidak wajar tersebut, terdapat kesamaan pada tubuh korbannya. Pada umumnya, seluruh tubuh korbannya menjadi abu. Hal tersebut membuktikan bahwa api yang membakar mereka tentu lebih panas daripada api biasa. Kerap kali bagian tubuh yang tersisa hanya kaki atau tangan saja.

Korban Human Combustion [Image Source]

Beberapa kasus juga tercatat ada beberapa korban yang hanya menyisakan sedikit dari bagian perutnya, sementara tulang mereka sepenuhnya sudah menjadi serbuk abu. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lokasi di mana korban terbakar tidak ikut terbakar. Benda-benda di sekeliling korban hanya mengalami kerusakan akibat efek panas, seperti kaca yang retak atau lilin yang meleleh.

Saksi Mata yang Melihat Fenomena Tersebut

Pada tahun 1938, seorang perempuan muda bernama Phyllis Newcombe yang baru saja selesai berdansa dan berniat meninggalkan Shire Hall di Chelmsford. Namun, ia justru dikejutkan dengan pemandangan pakaian yang terbakar tanpa sebab. Wanita tersebut pun sontak berteriak minta tolong.

Ilustrasi Saksi Fenomena [Image Source]
Orang-orang pun dengan cepat berusaha memadamkan api yang membakar Ms Newcombe, namun nyawanya tak berhasil diselamatkan. Petugas yang meneliti kasus tersebut tak menemukan rokok ataupun barang lain yang bisa menyulut api. Kejadian tersebut lantas menjadi bagian dari fenomena Human Combustion.

Teori yang Menjelaskan Tentang Fenomena Human Combustion

Dari banyaknya kasus Human Combustion dan melihat pola kematian tersebut, beberapa peneliti pun menemukan bahwa sebagian besar para korban adalah orang manula, memiliki keterbatasan gerak, perokok, peminum, orang kesepian dan hidup sendiri dalam waktu lama.

Teori Human Combustion [Image Source]
Beberapa orang peneliti pun memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena aneh tersebut. Seperti halnya alkohol dalam darah yang mencapai level di mana bisa membakar pecandunya. Namun teori tersebut dianggap tidak berdasar, sebab ethanol hanya bisa terbakar jika konsentrasinya lebih besar dari 23%, sementara jumlah 1% konsentrasi dalam darah, akan menyebabkan kematian manusia.

Misteri terbakarnya manusia dengan cara aneh tersebut sedikit terjawab sejak ditemukan teori gas dan listrik dalam tubuh. Seperti contohnya saja, dalam usus terdapat gas metan yang dapat menyalakan api. Gas tersebut akan mudah menyala jika bercampur dengan listrik tubuh. Namun tetap saja, kapan listrik dalam tubuh tersebut menyulut gas matan masih belum terjawab.

Kematian memang suatu hal yang pasti datang menghampiri manusia. Namun jika kematian tersebut datang dengan cara yang tidak wajar seperti halnya Human Combustion tentu membuat orang di sekeliling merasa gelisah. Pada akhirnya, fenomena Human Combustion masih menjadi misteri yang memicu berbagai teori yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Written by Nikmatus Solikha

Leave a Reply

Jugun Ianfu, Para Pelayan Kenikmatan Tentara Jepang yang Hidupnya Nestapa

5 Negara Paling Makmur yang Selalu Bikin Iri Masyarakat Indonesia