Membahas soal hewan purba, pikiran kita tak akan jauh dari reptil raksasa bernama dinosaurus. Dengan segala daya tarik dan keunikan yang dimilikinya, kita semua pasti pernah memimpikan untuk melihat mereka secara langsung, dalam keadaan masih hidup. Apakah mungkin para ilmuwan dapat melakukan hal mustahil tersebut? Jawabannya, bisa jadi.
Namun, sejatinya masih banyak hewan lain yang lebih mungkin untuk dihidupkan kembali karena selisih waktu kepunahannya tak selebar seperti dinosaurus, dan pastinya hewan-hewan ini tak kalah keren juga. Sebagian di antaranya telah punah sejak lama, sebagian lainnya justru terbilang “baru punah.” Apa saja hewan purba yang sangat mungkin dihidupkan kembali oleh para ilmuwan ini?
Saber-toothed tiger atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah harimau bertaring panjang, menjadi salah satu hewan purba yang paling sering masuk wacana untuk dihidupkan kembali. Jika kamu pernah menonton film Ice Age, ada karakter bernama Diego yang terinspirasi dari hewan purba ini.
Badak berbulu adalah salah satu megafauna yang ikut punah bersama harimau bertaring panjang. Badak dengan cula panjang bak taring tajam yang terbalik ini masuk ke dalam radar para ilmuwan pasca penemuan bayi badak berbulu yang membeku di pegunungan Siberia. Hal yang membuat para ilmuwan takjub adalah pembekuan bayi tersebut yang nyaris sempurna selama 12 ribu tahun.
Salah satu burung paling terkenal di dunia. Sebuah stasiun televisi di Indonesia juga pernah menayangkan burung yang berhabitat di pulau Mauritius di samudera Hindia ini. Selain tak mampu terbang, burung ini juga dikenal “bodoh” karena punya reputasi mudah berbaur dengan hewan lain, bahkan dengan predatornya sekalipun.
Kambing gunung yang punya nama lain Bucardo ini hidup di pegunungan Spanyol sebelum akhirnya mereka dinyatakan punah pada tahun 2000. Perburuan terhadap mereka yang tiada henti dan semakin sempitnya habitat mereka ditengarai menjadi penyebab kepunahan kambing ini.
Wolly mammoth atau gajah berbulu juga punah di zaman es yang terjadi ribuan tahun silam. Selain diburu, mencairnya temperatur juga diperkirakan menjadi alasan kenapa gajah bergading panjang ini tak mampu bertahan. Gajah ini bukan hanya hewan biasa, namun ia merupakan simbol hewan purba yang pernah hidup di zaman es.
Hingga kini, para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia masih terus berlomba untuk mewujudkan imajinasi liar manusia dengan menghidupkan hewan yang telah punah. Jika mereka tak lagi kesulitan untuk melakukan hal yang saat ini mustahil tersebut, bisa dipastikan bahwa taman Jurassik atau tempat yang berisi hewan purbakala lainnya benar-benar dapat direalisasikan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…