Menjadi petinggi negara hampir semua bisa, namun jadi pejabat yang benar-benar peduli dengan rakyat mungkin hanya sedikit yang sanggup. Pasalnya banyak pihak yang mungkin tidak setuju dengannya karena berbenturan kepentingan memperkaya diri. Oleh sebab itu, pejabat yang peduli dengan rakyat saat ini dianggap sangat langka.
Wakil Bupati Sangihe mungkin adalah salah satunya. Beliau dengan sekuat tenaga menolak izin tambang yang memiliki potensi untuk merugikan lingkungan dan rakyat. Namun sayang, beliau meninggal dengan cepat dan menimbulkan banyak tanya. Lalu seperti apa kejadian selengkapnya, simak ulasan berikut.
Kronologi meninggalnya Wabup Sangihe
Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong, yang menolak keras izin tambang emas di daerahnya itu sedang jadi buah bibir di masyarakat. Dilansir dari laman Tirto, meninggalnya beliau terjadi ketika dalam perjalanan udara dari Bali ke Manado. Tepatnya pada 9 Juni 2021 beliau menggunakan penerbangan JT-740 dalam perjalannya.
Penolakan pada izin tambang emas di Sangihe
Salah satu yang membuat kasus kematian Helmud Hontong ini ramai adalah fakta kalau beliau adalah sosok yang menolak izin tambang emas di Sangihe. Ya, lantaran dirasa izin tambang yang dilakukan oleh PT TMS (Tambang Mas Sangihe) merugikan, terutama untuk pulau kecil, beliau pun bersuara lantang untuk melakukan penolakan.
Surat izin tambang yang ternyata sudah ada sejak dulu
Usut punya usut, izin tambang yang dilakukan di Sangihe ini ternyata sudah ada sejak tahun 1997. PT TMS sudah punya izin operasi Kontrak Karya (KK) dengan Indonesia pada tahun 97 dengan Republik Indonesia. Namun hal itu sebatas pada eksplorasi saja belum sampai produksi.
Meninggalnya sang wabup dikaitkan dengan tambang
Kematian yang dialami wakil bupati ini membuat sebagian orang menghubungkannya dengan penolakan izin tambang. Apalagi mengingat beliau meninggal di pesawat setelah dengan ciri-ciri yang mencurigakan. Dugaan yang paling umum adalah karena diracun karena kronologi yang terjadi mirip dengan kasus yang dialami oleh Munir.
Hasil autopsi yang dilakukan oleh polisi
Pihak berwajib pun segera melakukan autopsi pada jenazah Helmud Hontong dan segera merilisnya supaya tidak terjadi kegaduhan. Dilansir dari laman Sindonews, dari hasil pemeriksaan ternyata tidak ada ditemukan adanya racun dalam tubuh jenazah. Itu artinya penyebab kematian dari Wabup Sangihe ini adalah karena penyakit menahun yang sudah diderita. Helmud Hontong ternyata memang punya riwayat penyakit seperti jantung, paru-paru, hingga mag.
BACA JUGA: Inilah 4 Fakta Miskinnya Desa Sambi, Punya Tambang Emas Tapi Rakyatnya Melarat
Memang meninggalnya sosok Wakil Bupati Sangihe ini menjadi duka bagi kita semua. Mengingat beliau adalah sosok yang sempat memperjuangkan penolakan tambang di pulau kecil. Kini Kementrian ESDM dan pemda pun sedang mengkaji ulang mengenai izin yang ada di sana. Semoga ditemukan jalan keluarnya dan semoga Helmud Hontong tenang di sisi-Nya.