Insiden berdarah kembali pecah di India. Ratusan orang yang terbelah antara umat Muslim dan Hindu saling serang satu sama lain. Dilansir dari CNNIndonesia.com (26/02/2020), aksi tersebut dipicu atas protes terhadap undang-undang kewarganegaraan yang dinilai diskriminatif terhadap umat Muslim.
Banyak korban yang berjatuhan dari aksi brutal tersebut. Situasi cepat memanas dan dengan mudahnya memantik kericuhan lantaran dipicu sentimen berbau SARA. Beberapa kejadian penting pun sempat terjadi selama insiden tersebut. Seperti apa kerusuhan yang terjadi? Simak ulasan Boombastis berikut ini.
Berawal dari UU Kewarganegaraan yang kontroversial
UU Kewarganegaraan yang disahkan oleh pemerintahan Narendra Modi dianggap kontroversial oleh beberapa pihak, lantaran isinya dinilai mendiskriminasi umat Muslim setempat. Dalam UU tersebut, India hanya memberikan kewarganegaraan pada imigran yang mengalami persekusi di negaranya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan. Namun, hal tersebut hanya berlaku pada pemeluk agama Kristen, Hindu dan lainnya kecuali Islam.
Kerusuhan pecah antara kubu umat Muslim dan Hindu
Korban mulai berjatuhan dan mulai bertambah
Massa yang terlibat sempat mengibarkan bendera hanuman di menara masjid
LaknatuLlah 'alahi Jami'an#Hindu_Is_Terrorist pic.twitter.com/DirsvMnbBT
— alfad (@alfadangy) February 27, 2020
Dalam sebuah video yang viral di sosial media Twitter, terlihat salah seorang massa aksi kerusuhan merusak sebuah masjid di Ashok Nagar dengan cara yang brutal. Tak puas, beberapa dari mereka tampak menaiki menara masjid, mencopot lambang di atasnya dan mengibarkan bendera Hanuman (Hanoman). Masjid pun dibiarkan hancur setelah sempat dibakar sebelumnya.
Kerusuhan yang menjadi trending topic di Twitter
BACA JUGA: Ngeri! 5 Kerusuhan Terburuk di Dunia Ini Berakhir dengan Genosida Berdarah
Kerusuhan yang terjadi di atas, seolah menjadi puncak dari kasus kekerasan yang selama ini dialami oleh umat Muslim minoritas di sana. Menurut laporan Human Rights Watch yang dikutip dari BBC (16/05/2019), pada Februari 2019, antara Mei 2015 dan Desember 2018, sedikitnya 44 orang – 36 di antaranya Muslim – tewas di 12 negara bagian India. Di periode yang sama, 280 orang terluka dari 100 insiden di 20 negara bagian.