in

5 Website Pemerintah Indonesia yang Pernah ‘Jebol’ Diretas Hacker Lokal

Rapuhnya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang ada di Indonesia pada saat ini, menjadi semacam ‘celah’ empuk bagi para hacker untuk memanfaatkannya. Tentu saja, hal ini berkaitan erat dengan aktivitas ilegal mereka yang terkadang bisa ‘masuk tanpa permisi’ pada sasaran yang dituju.

Dilansir dari cnnindonesia.com, situs infopemilu.kpu.go.id yang menyajikan informasi hasil real count atau hitung riil, sempat diretas beberapa kali pada 2018 silam. Hal ini menyiratkan, website pemerintah memiliki banyak celah keamanan yang bisa dimanfaatkan secara ilegal. Lantas, siapa saja korbannya?

Situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dirubah tampilannya

Situs KPAI dibobol [sumber gambar]
Akibat dukungan KPAI pada Kemenkominfo untuk memblokir game online yang dinilai berbahaya oleh Kemendikbud, situs pemerintah yang fokus pada anak itu akhirnya diretas oleh sekelompok hacker pada 2016 silam. Dilansir dari id.techinasia.com, Skeptix yang menjadi dalang di baik aksi tersebut, sukses menjebol keamanan website dan merubah tampilannya menjadi hitam.

Laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab) juga ikut menjadi korban

Situs Setkab yang dihiasi tampilan aneh [sumber gambar]

Selain website KPAI, Laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab) juga ikut menjadi korban dari para hacker jahil. Seperti yang dituliskan oleh laman inet.detik.com, terlihat situs yang beralamat di setkab.go.id tersebut masih menampilkan sejumlah animasi dengan latar belakang hitam, layaknya tampilan command prompt. Peristiwa yang terjadi pada 2015 ini, seakan menambah panjang daftar situs pemerintah yang rentan terhadap masalah keamanan.

Website pribadi Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil dijebol hacker

Website milik SBY yang ikut diretas [sumber gambar]
Nama Wildan Yani Ashari alias Yayan sempat mencuat lantaran ‘keberhasilannya’ menjebol webiste milik mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013 silam. Dikutip dari laman tekno.tempo.co, Wildan berhasil masuk setelah sebelumnya sukses’menerobos’ banyak celah keamanan yang dimiliki oleh laman presidensby.info. Tak alam, aksinya itu tercium Tim Subdit IT dan Cybercrime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri yang akhirnya berhasil menangkap dirinya.

Situs KPU yang kerap menjadi sasaran empuk

kpu.selumakab.go.id yang dirubah tampilannya [sumber gambar]
Baru-baru ini, Situs web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Seluma, Bengkulu dengan alamat kpu.selumakab.go.id, berhasil diretas oleh hacker. Laman liputan6.com menuliskan, para pelaku tersebut merubah tampilan laman (deface) dengan menuliskan kalimat ajakan kepada masyarakat untuk tidak takut kepada pemerintah. Tak hanya sekali, situs KPU di wilayah lainnya juga sempat ‘dijebol’ hacker dan dirubah tampilannya. Hal semacam ini tentu sangat berbahaya sekali. Mengingat, KPU merupakan bagian dari pemerintah untuk mengawasi jalannya pesat demokrasi di wilayah-wilayah Indonesia.

Website Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kecolongan

Laman resmi milik Kominfo yang diretas [sumber gambar]
Wacana pemblokiran Google dan YouTube di Indonesia oleh Kominfo, membuat situs web Kementerian Komunikasi dan Informatika itu sempat ‘berpindah tangan’ lantaran dijebol oleh hacker. Seperti yang ditulis oleh laman tekno.kompas.com, sang peretas malah menuliskan pesan singkat yang isinya menyatakan keberatan atas keputusan kominfo tersebut. Peristiwa yang terjadi pada 2016 silam ini, seolah menjadi pembuktian, bahwa infrastruktur teknologi informasi Indonesia-khususnya di bidang keamanan, harus segera dibenahi.

BACA JUGA: Tak Kalah dengan Haikal, Hacker Asal Pasuruan Ini Sukses Membuat Google Bertekuk Lutut

Bisa dibilang, kejadian di atas merupakan ‘pekerjaan rumah’ yang harus segera dibenahi agar tidak terulang di masa depan. Menurut penulis pribadi, peristiwa peretasan yang ada harusnya menjadi semacam ‘warning’ bagi pemerintah, bagaimana menerapkan tata kelola situs yang baik sekaligus mau memajukan infrastruktur IT di Indonesia.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Pencapaian Baim Wong Selama Menjadi YouTuber, Atta Halilintar-Ria Ricis-Raffi Ahmad Lewat!

Melihat Kehidupan Suku Baduy, Tolak Uang Miliaran Hingga Pantang Akan Teknologi