Baru-baru ini, kita banyak mendengar berita tentang guru yang kena masalah gara-gara mendisiplinkan muridnya. Orang tua murid tersebut tidak terima hingga akhirnya memutuskan untuk ‘menindak’ si guru. Ada yang dilaporkan, tapi ada juga yang ditantang berkelahi hingga dihajar.
Kalau memang tindakan ‘mendisiplinkan’ ini kelewat batas, memang tidak heran kalau orang tua ikut marah. Tapi kalau masih wajar, tentu deretan kejadian tersebut sangat miris. Berikut ini beberapa diantaranya.
1. Guru Dipenjara Gara-gara Cubit Muridnya
Beberapa waktu lalu, Nurmayani Salam yang merupakan guru SMPN 1 Banteng harus menghadapi jeruji besi gara-gara mencubit salah satu siswanya. Guru Biologi tersebut menjadi tahanan sejak Kamis, 12 Mei lalu sambil menunggu kasusnya disidangkan.
![Nurmayani Salam di balik jeruji penjara [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/05/Nurmayani-Salam-di-balik-jeruji-penjara.jpg)
Nurmayani Salam sampai stres berat karena kasus ini hingga penyakit diabetes keringnya kambuh kembali. Bahkan di malam-malam pertama menjalani masa tahanan, wanita malang ini juga beberapa kali jatuh pingsan.
2. Menindak Siswa yang Menganiaya Temannya, Guru Malah Diadili
Di Banyuwangi, seorang guru SD juga diadili gara-gara menindak siswanya yang memukuli 4 teman kelasnya. Guru bernama Rahman itu mendapati seorang sisi menangis gara-gara ditendang dan dipukul temannya. Ternyata, 3 siswi lain juga mengaku mengalami hal yang sama.
![Ilustrasi anak SD [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/05/Ilustrasi-anak-SD.jpg)
Rahman akhirnya harus berurusan dengan hukum. Untungnya, ia dibebaskan karena hakim menganggap pemberian sanksi berupa memukul betis kanan dan kiri di bagian belakang masih sesuai dengan kaedah pendidikan dan bukan tindak pidana.
3. Orang Tua Cukur Rambut Guru Sampai Saling Lapor ke Polisi
Kejadian bermula saat Aop Saopudin, guru SD di Jawa Barat melakukan razia rambut gondrong di kelas 3. Ia menemukan 4 siswa yang berambut gondrong dan tidak sesuai peraturan sehingga ia melakukan tindakan disiplin dengan memotong rambut mereka ala kadarnya. Ternyata salah satu orang tua murid tidak terima dengan perlakuan tersebut.
![Aop Saopudin (tengah) [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/05/Aop-Saopudin-tengah.jpg)
Belum puas mempermalukan si guru, Iwan melaporkan Aop atas tuduhan melakukan diskriminasi. Ternyata warga juga akhirnya melaporkan balik Aop atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan sehingga keduanya sama-sama diadili. Aop awalnya mendapat hukuman percobaan tingkat pertama, tapi dibebaskan karena memang tugasnya mendidik dan mendisiplinkan siswanya. Sementara itu, Iwan yang awalnya juga dihukum percobaan akhirnya mendapatkan penjara 3 bulan.
4. Orang Tua Murid Ajak Guru Adu Jotos Gara-gara Rambut yang Dipotong
Di MTS Al-Fauzan, Sumatera Utara kejadian yang tidak kalah miris juga terjadi. Ustad Ali Bata Ritonga yang merupakan guru di sekolah tersebut dihajar oleh orang tua siswa dan muridnya sendiri sampai babak belur. Tulah hidungnya patah, gigi goyang, dan pendengarannya juga terganggu karena penganiayaan tersebut.
![Ustad Ali yang dikeroyok murid dan orang tuanya [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/05/Ustad-Ali-yang-dikeroyok-murid-dan-orang-tuanya.jpg)
Saat giliran siswa tersebut, ia malah balik mengancam dengan mengepalkan tinju. Ali akhirnya mengambil rol papan dan memukul pantatnya serta memintanya untuk menemui guru BP. Tapi tidak lama orang tuanya datang dan malah menghajar guru malang tersebut. Ironisnya, siswa tersebut juga ikut-ikutan menghajarnya. Kasus tersebut segera dibawa ke ranah hukum dan tersangka akhirnya ditahan.
Miris rasanya melihat kasus-kasus seperti ini. Masalahnya guru tidak hanya berperan untuk memberikan pelajaran sekolah saja, tapi juga mendidik perilakunya. Sayangnya terkadang kalau murid tidak bisa diatur, guru disalahkan. Tapi saat ditindak tegas, guru malah dilaporkan dan dianiaya. Padahal dulu sepertinya tindakan pendisiplinan yang masih dalam batas wajar seperti ini juga sering terjadi. Tapi tidak pernah sampai ada kasus pengaduan ke kepolisian karena orang tua juga paham kalau anak memang melanggar peraturan, sudah seharusnya mendapat sanksi.
Kalau kasus semacam ini masih terus saja terjadi, bukan tidak mungkin murid akan kehilangan rasa hormatnya pada guru dan juga orang-orang lain di sekitarnya. Karena ketika mereka berbuat salah, bukankah mereka jadi terbiasa mencari cara agar bukan mereka yang disalahkan?