Kekerasan dalam rumah tangga memang bukan hal yang asing lagi. Umumnya yang menimpa peristiwa tersebut adalah pihak perempuan baik istri maupun anak-anak. Seperti yang baru-baru ini viral di jagad maya, di mana beredar sebuah video kekerasan anak oleh ayah kandungnya sendiri.
Video dengan durasi 25 detik tersebut menampakkan seorang pria dewasa yang tengah bertelanjang dada dan menampilkan raut muka marah. Apalagi sesekali keluar kalimat kasar yang menandakan bahwa pria tersebut tengah mengamuk. Sontak hal itu membuat netizen merasan ngeri sekaligus geram.
Hendak dipukul kayu panjang dan ditodong senjata tajam
Dalam videonya, korban mengatakan bahwa ia hendak dipukul dengan kayu panjang. Namun niat tersebut akhirnya dihalangi oleh sang adik. Akan tetapi justru tak sampai di situ saja. Pasalnya setelah itu sang ayah malah keluar dan kembali lagi membawa senjata tajam yang akan dipergunakan untuk melukai korban. Korban pun sempat ditodong di leher kirinya tapi lagi-lagi dihalangi oleh sang adik.
Meminta pertolongan pada warganet
Emosi yang dikeluarkan oleh ayahnya memicu ketakutan pada diri Sheylla, hingga gadis itu memutuskan untuk meminta pertolongan pada warganet agar menyebarkan video kekerasan tersebut. Dalam video yang diunggah pada 6 April 2021 itu ia mengatakan secara singkat tentang apa saja yang terjadi.
Memantik berbagai respon dari netizen
Kekerasan terjadi karena korban membela ibunya
Kekerasan dalam rumah tangga memang banyak sekali faktor pemicunya, simpang siur kabar yang beredar tentang video Sheylla itu pun terjadi karena gadis itu kerap kali membela ibunya yang juga dipukuli oleh sang ayah. Namun, masih belum ada konfirmasi lebih lanjut tentang hal ini. Banyak sekali warganet yang kemudian berpendapat bahwa mencari pasangan harus dilihat dengan baik, jangan sampai melakukan kesalahan yang kemudian berakibat pada kekerasan, perceraian dan lain sebagainya.
BACA JUGA: Bak Kisah FTV Kumenangis, Cerita Pasangan Suami Istri yang Terpaksa Bercerai demi Kemauan Mertua
Memang cukup sulit menentukan kriteria pasangan terbaik, tetapi setidaknya semua harus benar-benar dipikirkan dengan matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Jika sudah begini, maka lagi-lagi anaklah yang harus menjadi korban dan menanggung luka tersebut.