Secara artian khusus, fotografi adalah sebuah teknik untuk menangkap cahaya dan membekukan obyek, namun secara umum, fotografi adalah proses di mana sejarah terekam dan terabadikan. Saat-saat peperangan berkecamuk di berbagai belahan dunia, ada banyak sekali momen-momen bersejarah yang terabadikan oleh bidikan seorang fotografer.
Dari foto-foto bersejarah tersebut, beberapa di antaranya menjadi terkenal dan bahkan fotografer dan hasil karyanya menyabet penghargaan dunia, salah satunya adalah Pulitzer. Nah, di bawah ini ada beberapa foto yang diambil pada zaman perang di berbagai negara dan menjadi kini menjadi populer,, tentu saja beserta kisah di baliknya.
1. Saigon Execution
Tanpa disangka, eksekusi Lém oleh Loan tersebut diabadikan oleh seorang fotografer AP, Eddie Adams. Sesaat foto itu tersebar, Adams mendapatkan penghargaan Pulitzer prize pada tahun 1969 dan menjadi pemicu terjadinya pergerakan massa anti-perang Vietnam yang ‘diracik’ oleh Amerika Serikat.
Lém sendiri akhirnya diketahui statusnya sebagai komandan pasukan pembunuh Vietkong yang memiliki tugas untuk membunuh para perwira Polisi Nasional Vietnam Selatan beserta keluarganya. Dia ditangkap di sebuah kuburan massal bersama dengan 12 orang pengikutnya.
2. Napalm Bomb
Dalam foto yang diambil oleh seorang fotografer Vietnam, Nick Ut, pada tanggal 8 Juni 1972 tersebut memperlihatkan sebuah malapetaka akibat bom Napalm yang menghancurkan kawasan pemukiman warga di dekat perbatasan Kamboja dan Vietnam. Banyak orang dan anak-anak menjadi korban pada saat pengeboman yang terjadi di pagi hari itu.
Kala banyak korban yang berlarian dari titik dijatuhkannya bom, Nick langsung mengabadikan beberapa momen yang salah satunya adalah memperlihatkan ada seorang gadis cilik bernama Kim Phuc tanpa mengenakan pakaian lari dengan kulit seperti terbakar di antara orang-orang lainnya.
Berawal dari foto itu, Nick mendapatkan penghargaan Pulitzer Prize dan World Press Award. Setelah bertahun-tahun sejak kejadian tersebut, akhirnya Nick bertemu lagi dengan Kim yang ternyata selamat walaupun beberapa bagian dari tubuhnya masih menyisakan bukti kekejaman Perang Vietnam itu.
3. Che Guevara
Foto tersebut diabadikan oleh Alberto Korda pada tanggal 5 Maret 1960 saat Guevara mendampingi Fidel Castro bersama dengan Jean-Paul Sartre dan Simone de Beauvoir di di Havana, Kuba untuk memberikan penghormatan kepada korban ledakan misterius yang diyakini adalah ulah Amerika Serikat.
Saat mengambil foto itu, Korda mengatakan bahwa dia ingin mengabadikan ekspresi Guevara yang sedang menahan amarah akan aksi Amerika Serikat yang meledakkan Havana Harbor dan menewaskan lebih dari 100 orang itu. Ada 2 foto dengan posisi dan eksrepsi sama dari Guevara yang diambil oleh Korda. Pertama adalah dalam pose portrait dan satu lagi adalah landscape. Tanpa disadari, foto Guevara itu menjadi Symbol of the 20th Century dan World’s Most Famous Photo oleh Maryland Institute College of Art.
4. Iwo Jima’s Flag
Untuk merebutnya dari tentara Jepang, peperangan yang sangat sengit terjadi dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban dari kedua belah pihak. Setelah bertempur tanpa henti selama beberapa hari, pada tanggal 23 Februari 1945, pasukan Amerika Serikat berhasil menduduki sebagian besar dari Iwo Jima.
Walaupun belum dapat dikatakan sukses merebut Iwo Jima, pasukan Amerika Serikat mendirikan bendera di puncak Gunung Suribachi di hari yang sama pada pukul 10.20 waktu setempat. Proses mendirikan bendera tersebut diabadikan oleh Joe Rosenthal dan dipublikasikan pada tanggal 25 Februari 1945. Tanpa disangka, foto ini dicetak ribuan kali dan memenangkan penghargaan Pulitzer pada tahun yang sama.
5. Victory Over Evil
Setelah berperang dalam beberapa jam, akhirnya pada tanggal 2 Mei 1945, Reichstag berhasil direbut dan menjadi pertanda berakhirnya era Nazi di dunia. Ada satu kejadian yang tanpa disangka menjadi pembangkit semangat banyak negara jajahan Nazi, yaitu ketika seorang fotografer dari Ukraina bernama Yevgeny Khaldei mengabadikan seorang tentara Rusia (Red Army) berusaha menyingkirkan bendera Nazi di atas gedung parlemen Jerman.
Foto tersebut menjadi simbol kebebasan dan kemerdekaan dari tangan tirani dan akhirnya disebut dengan “Victory Over Evil.”
6. Hiroshima dan Nagasaki
Diperkirakan lebih dari 140 ribu orang tewas di tempat kejadian saat bom meledak dan lebih dari 200 ribu orang menderita luka parah yang kemudian banyak di antaranya tewas setelah dirawat beberapa hari. Dengan dijatuhkannya 2 bom tersebut, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
Sayangnya tidak diketahui siapa saja yang berhasil mengabadikan waktu pertama kali bom di dua tempat tersebut meledak dan membumihanguskan daerah sekitarnya. Hanya saja, menurut informasi yang beredar, Kapten George Marquardt adalah fotografer untuk mengabadikan momen-momen sebelum kedua bom tersebut diangkut menggunakan pesawat B-29 Enola Gay.
7. Bung Tomo
Namun ternyata, foto yang selalu identik dengan peristiwa 10 November itu tidak diambil di Surabaya. Bahkan pengambilan fotonya tidak pada tanggal 9 November 1945, melainkan diambil pada bulan Juli 1945 di Mojokerto yang mana kemudian digunakan sebagai foto propaganda untuk melawan Sekutu dan berhasil.
Foto tersebut adalah hasil jepretan dari fotografer Domei atau sekarang Antara, yaitu Abdoel Wahab. Dia adalah salah satu sosok yang dekat dengan Bung Tomo dan karya-karyanya banyak disimpan di Perum Produksi Film Negara (PFN).
8. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Untuk menyelamatkan negatif foto hasil mengabadikan momen paling bersejarah tersebut, mereka berdua berjuang mati-matian menyelamatkan dokumentasi penting Indonesia itu dari rampasan para tentara Jepang dengan cara menguburnya di bawah pohon.
Sayangnya, setelah Indonesia merdeka dan mendapatkan kedaulatannya, mereka berdua seakan terlupakan. Kehidupan keduanya sangat tragis, bahkan pada saat meninggal dunia, jenazahnya ditolak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.