Indonesia sejatinya tidak kalah soal pembuatan mobil yang diproduksi di dalam negeri sendiri. Memang setelah kejayaan mobnas Timor di era Orde Baru telah berlalu, impian akan kendaraan anak negeri seolah telah sirna. Namun, hal tersebut dipatahkan dengan kehadiran FIN Komodo.
Meski keberadaannya tak seheboh saat media berlomba-lomba meliput Esemka, model FIN Komodo yang identik dengan kendaraan offroad diminati hingga ke luar negeri. Sayang, minimnya perhatian pemerintah membuat FIN Komodo seolah tersisihkan dari negeri sendiri.
Pertumbuhan FIN Komodo yang terbentur regulasi pemerintah
Tak banyak produsen lokal yang berani menggebrak pasar otomotif dalam negeri seperti FIN Komodo dengan kendaraan offroad-nya yang khas. Sayang, inovasi dan potensi tersebut seolah tak pernah dianggap keberadaannya. Perjuangan Ibnu Susilo selaku CEO PT FIN Komodo Teknologi semakin berat lantaran terbentur regulasi pemerintah.

Sempat tergabung dengan perusahaan otomotif lainnya
Kehadiran FIN Komodo sebagai kendaraan asli buatan anak bangsa tak sendirian. Sebelumnya, ia tergabung dengan tujuh perusahaan yang bergerak di bidang produksi kendaraan nasional lainnya di bawah asosiasi bernama ASIA NUSA (Asosiasi Industri Automotive Nusantara).

Diminati hingga ke luar negeri dan dipesan oleh TNI AD
Konsep kendaraan multifungsi yang diusung oleh Komodo, membuat produksinya diminati oleh pasar tertentu. Tak heran jika perusahaan tersebut masih bertahan dengan memenuhi permintaan akan kendaraan pekerja namun lincah saat digunakan. Hebatnya lagi, Komodo juga diminati hingga ke luar negeri yakni Malaysia dan Afrika.

Kendaraan gahar yang dirancang dengan kemampuan mumpuni
FIN Komodo saat ini memiliki empat produk kendaraan dengan kemampuannya masing-masing, yakni KD 250 X, KD 250 AT, Sysco Fire, hingga Medevac. Semua mobil tersebut dilengkapi dengan tampilan khas offroad. Mulai dari ban all terrain yang ampuh di segala medan, dan mesin 4 langkah (four stroke) dengan kapasitas silinder 250 cc dan maximum momen puntir 17,6 Nm/5500 Rpm, sebagai tenaga utama dengan transmisi otomatis.

BACA JUGA: Nggak Kalah dari Mobil Esemka, Inilah Mahesa Mobil Multiguna yang Disiapkan untuk ‘Wong Cilik’
Melihat inovasi yang dimiliki oleh FIN Komodo, kendaraan tersebut memiliki potensi untuk berkembang. Meski tak digembar-gemborkan seperti kendaraan buatan lokal lainnya, peminat FIN Komodo bahkan telah sampai hingga ke luar negeri meski belum melakukan ekspor. Semoga saja potensi ini tidak hilang dan mendapat perhatian dari pemerintah.