6. Kolak – Mengingatkan Kematian dan Anjuran Meminta Maaf
Ngabuburit paling pas berburu kolak untuk dinikmati setelah adzan magrib. Kolak biasanya terdiri dari umbi-umbian, mulai dari singkong sampai ketela. Kadang juga ditambah kacang hijau, labu dan buah manis seperti nangka atau pisang. Satu lagi bahan yang juga tidak boleh ketinggalan ketika membuat kolak yakni santan. Setelah bahan tercampur maka tinggal ditambahkan gula atau gula merah.
Santan atau biasanya disebut santen mengandung arti “sing salah nyuwun ngapunten” yang artinya adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf. Selain amal, maaf adalah hal yang kita butuhkan saat mati. Ketika seseorang ikhlas memaafkan kita, maka kematian pun akan jauh lebih mudah. Seperti sudah tidak ada beban lagi, lebih-lebih ketika menjalani kehidupan setelah kematian.
Baca Juga : 5 Tingkah Turis Tiongkok Ini Sebaiknya Jangan Ditiru
Siapa yang menyangka jika deretan makanan di atas tak cuma jadi sajian lezat menggugah selera saja, tapi juga mengandung arti yang sangat dalam. Ya, mungkin ini salah satu cara orang-orang tua untuk mengingatkan kepada anak turunannya agar selalu berbuat baik. Ini juga jadi bukti jika orang tua dulu adalah pemikir yang hebat. Bahkan kita mungkin tidak kepikiran untuk menamai makanan yang lengkap dengan filosofinya seperti ini.