Satu lagi prestasi diukir oleh anak bangsa di kancah internasional. Film pendek berjudul Anak Lanang (The Sons) yang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo memenangkan Outstanding Achievement dalam Indonesian Film Festival (IFF) Australia ke-14 dalam Short Film Competition. Film yang berlatar belakang di Yogyakarta ini berdurasi tak lebih dari 15 menit.
Meskipun film pendek, Wahyu Agung Prasetyo dapat menyampaikan pesannya dengan baik. Terlebih lagi, konsep film pendek yang diusung adalah one shot alias film yang diambil dengan satu kamera, dengan setting waktu yang cukup singkat, seperti beberapa karya Joko Anwar biasanya. Dalam ulasan kali ini, Boombastis.com ingin mengajak Sahabat Boombastis mengenal lebih dekat film Anak Lanang (The Sons) yang meraih prestasi ini.
Tentang Anak Lanang (The Sons)
Film Anak Lanang (The Sons) menceritakan tentang 4 bocah laki-laki SD yang baru saja pulang sekolah. Keempatnya pulang bersama naik satu becak, dua duduk di atas dan dua lagi di bagian bawah atau biasa dipakai untuk penumpu kaki. Obrolan mengalir dengan cepat, menggunakan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan tak ada hierarki antara bocah-bocah dan tukang becaknya.
Orang Amerika, Hari Ibu, dan Instagram
Layakya bocah SD pada umumnya, karakter Danang, Sigit, Yudho, dan Samsul membicarakan PR dan persewaan PlayStation (PS). Mereka pun sampai pada pembicaraan Hari Ibu, ketika Sigit—anak paling pintar dalam rombongan becak memperingatkan teman-temannya untuk mengucapkan selamat pada ibu masing-masing, seperti yang dicontohkan guru di sekolah. Tukang becak pun nimbrung dengan memberi pertanyaan, siapa orang yang menciptakan Hari Ibu.
Konsep yang jarang ditemui dalam film Indonesia yang masuk dalam bioskop
Entah apa yang dipikirkan oleh Wahyu Agung Prasetyo hingga akhirnya bisa memproduksi mahakarya seperti Anak Lanang (The Sons) ini. Film keempat Wahyu ini memiliki konsep yang jarang ada dalam film Indonesia yang masuk ke bioskop. Setting tempat hanya sekejap, seperti sedang menyaksikan kejadian langsung—enggak berhari-hari bahkan tahunan.
Penghargaan dari luar negeri dan kurangnya apresiasi dari kolega sendiri
Agar Sahabat Boombastis tahu saja, film Anak Lanang (The Sons) tidak ditayangkan di bioskop. Pertama kali dirilis, film ini tayang dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018. Meskipun antusiasme warga Yogyakarta dan para pecinta film tinggi kala itu, daerah lain mungkin tak mengenal bahkan tak tahu jika ada karya anak bangsa yang mendapat penghargaan di luar negeri.
BACA JUGA: Diremehkan di Negeri Sendiri, 7 Film Indonesia Ini Malah Sabet Penghargaan di Luar Negeri
Penulis sengaja tak mencantumkan lebih detil mengenai alur cerita dalam film Anak Lanang (The Sons) karena ingin Sahabat Boombastis merasakan sendiri simbol-simbol apa yang terkandung di dalamnya, pesan apa yang harus diambil pula dari karya tersebut. Laman film akan ditautkan dalam ulasan ini, setelah menonton, mari berdiskusi!