Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI, nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung dikenal seluruh masyarakat Indonesia. Meski bukan pemimpin seluh rakyat Indonesia, namun ketegasannya dan kontribusinya untuk Jakarta memang membuat semua orang kagum. Kita tentu masih ingat dengan kekalahan Ahok dalam pemilu, begitu banyak masyarakat yang memberikan karangan bunga sebagai bentuk support dan rasa terima kasih juga kekecewaan karena Ahok kalah.
Tak hanya itu, vonis dua tahun penjara membuat banyak penggemarnya merasa sedih. Seperti tak ingin mengecewakan masyarakat, di dalam penjara pun Ahok tetap berkarya. Ia menulis buku yang akhirnya diterbitkan. Kisah hidup Ahok rupanya dipandang sangat menarik hingga akhirnya diangkat sebagai film. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu tahu tentang film berjudul A Man Called Ahok tersebut.
Ahok dalam ‘A Man Called Ahok’ dimainkan oleh Daniel Mananta
‘A Man Called Ahok’ tak ada unsur politik
Trailernya sudah muncul di YouTube
Meski baru rilis di akhir tahun, namun trailer A Man Called Ahok sudah diunggah melalui YouTube. Dalam cuplikan film berdurasi sekitar dua menit tersebut, terlihat sekali Daniel yang menjelma sebagai Ahok yang ceplas-ceplos dan sangat tegas. Terlihat pula jika Ahok tak segan marah-marah di depan orang lain yang dinilainya melakukan hal yang salah. Sebagai pemimpin, citra Ahok memang dikenal tegas dan pantang takut. Pribadi tersebut rupanya dibentuk oleh lingkungan yang membesarkannya.
Sutradara mendapat pesan khusus dari Ahok
Itulah beberapa hal tentang film A Man Called Ahok, sepenggal kisah tentang Ahok yang menginspirasi tanpa menyentuh politik. Begitu banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari film ini. Bahwa pendidikan dari seorang ayah yang akan membentuk kepribadian seseorang saat dewasa nanti.