Berkah kecantikan Feniks sayangnya tidak dipakai untuk perjuangan. Namun, karena masa-masa ketika itu juga sangat keras, mungkin pada akhirnya ia tak bisa melawan saat dipaksa untuk terjun ke dunia gelap prostitusi. Zaman kolonialisme prostitusi memang sudah marak. Pria-pria Belanda, mereka butuh pelampiasan ketika jauh dari istri atau kekasih mereka di sana.
Wanita malam kelas atas, Fientje de Feniks [Image Source]Keberadaan Feniks yang cantik dan ke-Eropa-Eropa-an itu, tak pelak membuat orang-orang Belanda kepincut luar biasa. Alhasil, ia pun disewa oleh banyak orang. Terutama dari kalangan bangsa Kompeni yang kaya-kaya dan berpengaruh. Pamor dan reputasi pun melekat padanya dan membuat harga semalam seorang Feniks sangat mahal. Bahkan disebut-sebut Feniks adalah wanita malam kelas atas yang di masa itu sangat jarang ada.
Hanya seorang lulusan IT yang nyasar ke dunia tulis menulis. Pengalamannya sudah tiga tahun sejak tulisan pertama dimuat di dunia jurnalisme online. Harapannya bisa membuat tulisan yang super kece, bisa diterima siapa pun, dan juga membawa influence yang baik.