Bisnis kue artis ramai dalam tahun 2017-2018, hampir setiap artis Indonesia punya usaha kue di berbagai kota besar di tanah air. Dalam waktu kurang dari satu tahun bisnis ini sangat viral dan menjamur. Setiap berkunjung ke suatu kota, maka membeli kue ini seolah adalah keharusan, padahal rasanya mungkin sama saja seperti kue kebanyakan yang dijual di toko bakery.
Lalu, sejak tahun 2019 hingga awal tahun ini, bisnis kue ini perlahan tidak terdengar lagi gaungnya. Bahkan, beberapa telah resmi tutup dan tak lagi beroperasi, akun-akun media sosial mereka juga sudah tak aktif. Mengapa ya kira-kira? Ini nih alasannya!
Sekadar bisnis ‘latah’ dan ikut-ikutan saja
Sudah terlalu banyak kue yang sama, hanya beda nama saja
Rasa tidak terlalu enak, hanya dibantu nama artisnya saja
Fenomena kue artis ini sempat dianggap mematikan usaha-usaha para pedagang dan UMKM kecil. Mereka sudah punya nama, makanya kuenya bisa laku dan banyak yang membeli. Bahkan, banyak review food vlogger yang mengatakan kalau rasa dari kue tersebut biasa saja, enggak ada yang istimewa. Hanya saja, bisnis kue ini terbantu oleh nama si artis –yang bahkan mungkin tak pernah turun tangan langsung membuat atau meracik resepnya. Di samping itu, saat orang membeli kue ini, mereka kadang hanya kepo dengan rasa, bukan memang datang karena ketagihan dengan rasanya.
Kuenya sama seperti yang sudah ada, bahkan bisa buat sendiri di rumah
Nah, yang terakhir adalah kue-kue ini sangat mudah dibuat sendiri, apalagi bagi mereka yang suka masak. Hampir semua kue artis ini merupakan bolu biasa yang diberikan berbagai rasa di bagian tengahnya (ada pula yang dibuat dalam bentuk pastry). Selain itu, di bagian atas kue tinggal ditambahkan berbagai macam toping saja. Kue-kue seperti ini juga enaknya dimakan dalam momen tertentu saja, tidak setiap saat, karena mudah bikin bosan.
BACA JUGA: Ups! 5 Kue Kekinian Artis Ini Pernah Dihujat Habis-habisan, Ada Favoritmu?
Hingga sekarang, bisa dihitung dengan jari merk yang masih bertahan. Itupun mungkin tinggal menunggu waktu saja untuk ia menghilang dari peredaran. Membangun bisnis yang bisa bertahan lama itu memang butuh proses, bukan hanya memanfaatkan viral semata.