Jika kamu sama sekali tak tahu atau belum pernah sekalipun melihat benda ini, besar kemungkinan selama ini kamu terisolasi di pulau terasing tanpa adanya koneksi internet. Benda ini adalah sebuah mainan yang tengah menjadi komoditi paling populer di dunia dan digandrungi oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Fidget spinner namanya.
Dengan segala kepopuleran dan kelebihan yang dimiliknya, Wall Street Journal bahkan menyebut Fidget Spinner sebagai mainan yang wajib dimiliki di tahun ini. Untuk mengenal lebih jauh mainan sederhana ini, kami sudah merangkum beberapa faktanya khusus untuk kamu.
Kita mulai fakta pertama dengan pertanyaan yang paling standar, namun belum tentu diketahui semua orang. Jadi, apa itu Fidget Spinner? Pada dasarnya, benda ini adalah sebuah mainan serupa cakram, dengan satu poros yang umumnya dilengkapi dengan dua atau tiga laher (bearing) pada sisinya.
Mainan yang tengah menjadi komoditi panas dan digandrungi oleh semua kalangan ini, ternyata telah lama eksis dan dilayangkan patennya pada tanggal 28 Mei 1993. Penemunya adalah seorang wanita bernama Catherine Hettinger.
Guna mempertahankan sebuah paten di Amerika Serikat, seseorang harus membayar biaya pembaruan paten yang nilainya sekitar Rp 5 juta rupiah secara berkala. Saat itu, akibat keterbatasan dana dan menganggap penemuannya ini tak menghasilkan keuntungan, Catherine memutuskan untuk tidak memperpanjang patennya.
Dalam sebuah publikasi hingga marketingnya, mainan ini diklaim dapat menghilangkan rasa stres serta membantu penggunanya lebih fokus. Alasannya karena momentum yang dihasilkan mainan ini ketika berputar diyakini dapat memberikan kepuasan sensoris.
Tak hanya itu, ada laporan yang mengatakan bahwa manfaat benda ini juga pernah dirasakan oleh orang yang mengidap ADHD, autisme, hingga masalah kecemasan. Akan tetapi, hal ini belum terbukti secara ilmiah. Para ahli juga bersilang pendapat mengenai semua dampak baik mainan ini terhadap kesehatan.
Cukup ironis sebetulnya, ketika mainan yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan daya konsentrasi penggunanya, justru malah mengganggu fokus mereka. Beberapa sekolah seperti di negara Inggris, Malaysia dan Singapura telah melarang siswanya untuk membawa mainan ini ke dalam kelas.
Karena tak ada (atau belum ada) bukti ilmiah yang menunjukkannya, aman untuk mengatakan kalau benda ini tak punya manfaat bagi kesehatan. Semua klaim terkait kemampuan untuk meredakan stres ringan atau kecemasan tak lebih dari sekadar tipuan marketing.
Terlepas dari rumor soal manfaat kesehatan, memang adalah kepuasan tersendiri bisa menikmati perputaran mainan ini. Untuk harga nih, Fidget Spinner dijual dengan banderol yang beragam. Ada yang hanya Rp 10 ribuan saja, tapi banyak juga yang harganya mencapai ratusan ribu. Kalau dari emas, mungkin bisa mencapai jutaan juga.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…