in

Tank Pemadam Kebakaran Pindad, Modifikasi Lapis Baja Rusia yang Dibanderol Rp 30 Miliar

Dikenal sebagai produsen di balik alutsista dan persenjataan militer dalam negeri, PT Pindad terus melakukan inovasi dan terobosan di berbagai bidang yang berbeda, namun masih memiliki korelasi dengan keahliannya di bidang pertahanan. Salah satu diwujudkan pada pengembangan kendaraan tank pemadam kebakaran.

Dilansir dari Regional.kompas.com, tank yang masih berbentuk prototype tersebut, diujicobakan di ruas jalan by pass Cipanas Garut yang masih dalam proses pembangunan. Tak sendirian, perusahaan pelat merah ini juga menggunakan kendaraan lapis baja buatan Rusia dalam proses ujicobanya. Seperti apa bentuknya? Simak ulasan berikut.

Tank pemadam yang Dilatarbelakangi banyaknya peristiwa kebakaran di Indonesia

Ilustrasi kebakaran hutan [sumber gambar]
Berangkat dari latar belakang banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi di Indonesia, tank pemadam pun lahir sebagai upaya dan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Menurut bagian riset dan pengembangan kendaraan khusus PT Pindad Ujang Sakiman, hal tersebut coba dipecahkan dengan menggunakan kendaraan beroda rantai yang bisa sampai ke titik lokasi kebakaran.

Menggunakan kendaraan lapis baja buatan Rusia yang telah dimodifikasi

Hasil modifikasi dari kendaraan lapis baja GMP Rusia [sumber gambar]

Dalam prosesnya, Pindad tak membangun tank pemadam tersebut dari nol, melainkan menggunakan tank Rusia jenis GPM yang telah dimodifikasi terlebih dahulu. Kendaraan lapis baja itu sendiri sejatinya digunakan sebagai pengangkut personel. “Nanti, pengembangannya semua bagian tank akan dibuat di Pindad, ini masih prototype dalam tahap ujicoba,” ujar Sakiman yang dikutip dari Regional.kompas.com.

Kendaraan yang difungsikan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit

Digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit [sumber gambar]
Nantinya, pengembangan uji coba tank berwarna merah khas kendaraan pemadam kebakaran itu, diharapkan bisa memudahkan kinerja petugas di lapangan. Terutama bagi mereka yang tengah berjuang memadamkan kebakaran di wilayah hutan yang sulit terjangkau kendaraan biasa.

Kemampuan tank yang akan terus diujicoba

Tak hanya dirancang sebagai kendaraan yang tahan terhadap tembakan, tank pemadam ini juga dilengkapi kemampuan tahan terhadap panas sehingga bisa berjalan menembus lokasi kebakaran yang dituju. Kemampuannya juga diperkuat dengan tembakan air hingga jarak 50 meter. Tak hanya itu, di sejumlah sudut tank juga terdapat lubang yang menyemprotkan air, sekaligus sebagai bentuk perlindungan badan kendaraan dari api.

Rencana akan diproduksi secara massal pada 2020 dengan harga Rp 30 miliar

Tank ujicoba yang akan segera diproduksi massal pada 2020 [sumber gambar]
Jika terealisasi, PT Pindad rencananya akan memproduksi tank pemadam secara massal dan dijual ke pasaran pada awal tahun 2020. Menurut Sakiman, harga dari kendaraan ini bisa mencapai Rp 30 miliar per unitnya. “Kita mengembangkan dua kendaraan, satu dengan roda ban dan roda rantai (tank). Kalau yang roda rantai harganya sekitar Rp 30 miliar, kalau yang roda ban harganya sekitar Rp 3 miliar, itu sudah 4×4 truknya,” ujarnya yang dikutip dari Regional.kompas.com.

BACA JUGA: Harimau Hitam, Tank Pembunuh Buatan Indonesia yang Bakal Jadikan TNI Seperti Macan Asia

Inovasi berupa tank pemadam buatan Pindad di atas, patut menjadi perhatian karena memiliki banyak nilai strategis di dalamnya. Selain untuk mengatasi bencana kebakaran, keberadaannya juga bisa menjadi komoditas secara komersial, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri jika telah lolos uji dan diproduksi massal.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Tren Prank Ojol yang Tuai Komentar Negative, Netizen: Gaada Konten yang Lebih Bermanfaat

Kisah Luthfi Alfiandi si Pembawa Bendera saat Demo yang Kini Ditahan Polisi