Lagi-lagi kasus peretasan di luar negeri kembali mencatut Indonesia. Dilansir dari Kompas, sebuah perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, mengalami peretasan server yang dilakukan oleh pemuda asal Sleman yang berinisal BBA. Berbekal program jahat (virus komputer) jenis ransomware tersebut, ia berhasil meraup untung sebesar Rp 31,5 miliar dalam selama 5 tahun.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ransomware yang digunakan ternyata dibeli dari dark web atau pasar gelap di internet, dan hanya bisa diakses orang-orang tertentu. Tak sekedar mengambil alih komputer korban, ransomware tersebut juga telah dilengkapi cryptolocker yang mampu mengunci seluruh data dalam komputer dalam jangka waktu tertentu. Jelas, perangkat lunak yang satu ini sangat berbahaya.
Ransomware yang digunakan untuk mengunci data dan meminta tebusan pada korbannya
Cara kerja ransomware tergolong berbahaya karena berhubungan dengan data-data milik korban yang jadi sasarannya. Dilansir dari situs resmi Microsoft, perangkat lunak berjenis malware itu akan mengenkripsi (mengunci) file-file penting pada komputer. Di sinilah maksud jahat dimulai. Sang cracker (bukan hacker), akan memeras para korban dengan meminta uang, dan biasanya dalam bentuk crytocurency (uang digital) dengan imbalan membuka kunci enkripsi yang ada.
Cara kerja ransomware yang tak banyak disadari
Selain menakutkan, banyak orang yang ternyata tak menyadari cara kerja ransomware. Secara umum, perangkat lunak ini biasanya dikirim melalui email agar dibuka oleh korbannya yang menjadi target. Website juga bisa menjadi media yang ampuh bagi ransomware untuk menginfeksi komputer, dengan cara memanfaatkan kerentanan web browser dan perangkat lunak.
Ada tiga tipe ransomware yang harus diwaspadai
WannaCry menjadi ransomware yang paling berbahaya saat ini
Simak cara ampuh agar tidak jadi korban dari ransomware
Sebagai pencegahan, ada baiknya jika mulai mengamankan komputer agar data di dalamnya tidak sampai terkena ransomware. Selain melakukan update pada antivirus, ada baiknya jika dikombinasi dengan antimalware sebagai pencegahan lapis kedua. Untuk proteksi utama, pastikan komputer memiliki sistem yang telah terupdate dengan keamanan yang baru. Terpenting, hindari tawaran yang tidak jelas lewat email dan mengunjungi situs-situs ilegal.
BACA JUGA: PETYA Ransomware, Virus Komputer Terganas Dunia Saat Ini yang Bikin WannaCry Nggak Ada Apa-Apanya
Melihat efek yang ditimbulkan, betapa berbahayanya sebuah ransomware jika disalahgunakan untuk melakukan kejahatan. Salah satunya untuk menyandera data pada komputer korban, lantas meminta tebusan dengan jumlah tertentu. Yang lebih mengkhawatirkan, perangkat lunak itu juga diperjualbelikan dengan bebas di belantra internet yang sangat luas.