Pulau Guam rupanya jadi sorotan berbagai media internasional akhir-akhir ini. Ya, kepamoran mengenai pulau ini benar-benar meningkat semenjak Korut berencana untuk meluluhlantakkan pangkalan militer AS di sana. Tidak tanggung-tanggung, Kim Jong Un sudah menyiapkan kurang lebih 4 rudal balistik yang siap diluncurkan ke Guam.
Ternyata, pulau Guam dari dulu memang sering jadi rebutan beberapa negara besar loh. Tidak hanya Korut, Jepang dan Spanyol pun pernah jadi kompetitor Amerika. Lalu sebenarnya apa keistimewaan dari pulau ini sehingga bikin AS dan Korut geger? Simak ulasan berikut.
Pulau Guam dari dulu jadi momok Korea utara
Sudah berkali-kali Kim Jon Un sesumbar untuk meluluhlantakkan pulau Guam. Rupanya daerah yang satu ini memang sering bikin was-was Korea Utara. Usut punya usut, salah satu pangkalan militer di luar benua Amerika itu rupanya memiliki sistem persenjataan yang luar biasa canggih.
Merupakan rebutan dari Spanyol
Tidak begitu saja Negeri paman Sam mendapatkan pulau kecil itu untuk dijadikan pangkalan militer. Ya kalau menengok pada sejarah, rupanya Amerika harus berebut dengan Spanyol untuk mendapatkan daerah strategis itu. Setelah perang lama antara dua negara tersebut di Guam, Amerika keluar sebagai pemenangnya.
Pulau yang pernah “dijajah” oleh ular
Ada sebuah keunikan di pulau yang satu ini, ya Guam rupanya jadi tempat dengan populasi ular paling besar. Ternyata itu semua disebabkan oleh kesalahan fatal saat perang dunia dahulu. Usut punya usut, di Guam dulunya tidak ada satupun spesies ular yang hidup di sana. Namun pada perang dunia, didatangkannya ular cokelat dari dataran Australia. Bagi manusia ular ini mungkin tidak berbahaya, namun bagi spesies burung di sana, lain ceritanya. Lantaran tidak ada musuh alami dari ular ini, populasinya jadi sangat meledak.
Masih ada kemiripan dengan Indonesia
Meskipun merupakan daerah milik Amerika, namun penduduk asli Guam sama sekali tidak memiliki kesamaan dengan orang-orang di negeri paman Sam. Ya, orang Chamaroo ( suku asli Guam), justru malah memiliki kedekatan dengan Indonesia dan beberapa daerah di Asia Tenggara.
Di balik pertempuran rudal antara Amerika dan Korut itu, secara tidak sadar warga asli Guam yang akan dijadikan tumbalnya. Namun sayang, arogansi masing-masing pemimpin yang seolah tidak peduli dengan nasib para suku Chamaroo untuk kedepannya.