Di kamar mandi juga ada Pokemon [image source]
Sejumlah negara di berbagai belahan dunia sedang dihebohkan oleh Pokemon GO. Game yang satu ini memang berbeda dari game kebanyakan. Untuk bermain game ini, pemainnya harus keluar ruangan dan berburu Pokemon. Jadi tidak lagi sekadar duduk manis di depan monitor untuk bermain game. Malahan, para pemain Pokemon GO ini harus bisa gesit dan punya banyak energi selain juga harus cerdik untuk mendapatkan Pokemon incaran.
Di balik kesuksesan dan fenomena Pokemon GO, ada sosok luar biasa di belakangnya. Tak lain adalah John Hanke, sang CEO dan kreator Pokemon GO. Game yang sudah mencetak rekor sendiri karena sudah diunduh lebih dari 10 juta kali dalam minggu pertama ini butuh waktu bertahun-tahun dalam proses pengembangannya. Ada banyak fakta menarik soal Pokemon GO dan kisah perjalanannya hingga bisa sesukses sekarang. Berikut empat hal soal Pokemon GO yang bakal bikin kamu melongo.
Tak ada kesuksesan besar yang terjadi dalam waktu semalam. Bahkan butuh proses panjang hingga bertahun-tahun untuk satu kesuksesan. Begitu pula yang terjadi pada kesuksesan Pokemon GO. Butuh waktu 20 tahun untuk sampai ke titik sukses ini. Wah, kebayang nggak tuh, butuh waktu sampai dua dekade untuk membuat sebuah karya yang begitu fenomenal di seluruh dunia.
Berawal ketika John masih menjadi mahasiswa. Pada tahun 1996, ia membuat Meridian 59, sebuah MMO atau massively multiplayer online game. Empat tahun kemudian, John meluncurkan Keyhole yang digunakan untuk pemetaan online dengan menggunakan teknik fotografi udara juga GPS 3 dimensi pertama di dunia. Lalu tahun 2004, Keyhole dibeli Google. Keyhole itulah yang kini kita kenal sebagai Google Earth.
Dalam kurun awktu 2004-2010, John menciptakan Google Maps dan Google Street View bersama timnya. John kemudian membangun Niantic Labs, start up yang didanai Google pada tahun 2010. Nama Niantic sendiri diambil dari nama sebuah kapal penangkap ikan paus. Melalui start up ini, John dan tim menciptkana game yang berbasis pada pemetaan atau GPS. Dua tahun kemudian, terciptalah Niantic MMO yang berbasi Geo GPS untuk pertama kali. Berlanjut tahun 2014, Google bekerja sama dengan Pokemon Company untuk membuat sesuatu di hari April Mop. Dalam kerja sama tersebut, pengguna Google Maps bisa menemukan Pokemon pada aplikasi Google Maps. Setelah proyek itu sukses besar, John mulai terpikir untuk membuat sebuah game.
Dalam kurun waktu bulan Desember 205 hingga bulan Februari 2016, John membangun 40 tim. Bersama timnya, ia mulai membangun Pokemon GO. Mereka mendapat pendanaan sebesar 25 juta dolar dari Google, Nintendo, Perusahaan Pokemon, dan juga investor lainnya. Pokemon GO diluncurkan pada tanggal 6 Juli 2016 di Amerika Serikat, Australia, dan Selandian Baru. Harga saham Nintendo pun, seperti yang dilansir Story Pick, meningkat 12 miliar dolar sejak Pokemon GO diluncurkan.
John memaparkan bahwa ia dan timnya punya tiga tujuan dalam membangun Pokemon GO. Pertama, untk tujuan olahraga. “Pokemon GO didesain untuk membuatmu berdiri dan bergerak dengan iming-iming Pokemon sebagai hadiahnya dan bukan malah memberimu tekanan,” ungkap John.
Ketiga, sebagai icebreaker. Kalau biasanya orang yang main game itu cenderung anti sosial karena hanya duduk berjam-jam di depan monitor seorang diri, dalam bermain Pokemon GO, kita akan disuruh untuk berburu. Hal ini secara tidak langsung akan menggiring kita bertemu dengan para pemain lain di luar sana dan lingkaran pergaulan pun bisa lebih luas. Apalagi untuk level game yang lebih tinggi, para pemainnya harus membentuk tim untuk menaklukkan Gyms yang ada.
Untuk resminya, aplikasi Pokemon GO memang sudah tersedia gratis di Australia, Selandir Baru, Amerika Serikat, dan tak lama lagi di Jepang. Nah, sementara di Indonesia sendiri terjadi fenomena yang terbilang tak biasa. Belum dirilis resmi masuk Indonesia, Pokemon GO sudah bisa dimainkan masyarakat Indonesia dan jadi tren yang sangat populer dan waktu singkat.
Selain itu, untuk bermain Pokemon GO dibutuhkan server yang aktif. Di Indoensia, server Pokemon GO sudah aktif. Jadi meski game ini belum rilis resmi di tanah air, para gamer bisa memainkan Pokemon GO tanpa kesulitan yang berarti.
Yups, kamar mandi termasuk tempat favorit untuk “catch ’em all”. Pokemon bisa ditemukan di berbagai tempat, ada di mana-mana. Mulai dari pinggir jalan, sekitaran rumah, rumah ibadah, bahkan di kantor pemerintahan sekaligus. Rupanya ini salah satu penyebab para gamers bisa begitu kecanduan bermain Pokemon GO karena tantangannya yang sangat menarik.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…