Belum reda perjuangan masyarakat dunia melawan wabah virus corona atau Covid-19, kini bumi kembali dihebohkan oleh kemunculan penyakit lainnya yang bernama Hantavirus. Hal mengejutkan ini ditemukan pada seorang pekerja di Cina, yang dikabarkan meninggal dunia setelah terkena penyakit tersebut.
Akun Twitter Global Times dalam unggahannya, Selasa (24/03/2020) menyebutkan, seseorang dari Provinsi Yunnan meninggal ketika dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong yang ternyata positif hantavirus. Lantas, seperti apa keberadaan virus yang disebut-sebut datang dari tikus ini?
Keberadaan hantavirus di Cina mulai terkuak setelah seorang pekerja bermarga Tian meninggal dunia. Saat itu, ia dilaporkan merasa tidak enak badan selama perjalanan bus kembali dari Shandong. Ketika dikirim ke rumah sakit di daerah Ningshan, Provinsi Shanxi untuk mendapatkan perawatan, pekerja tersebut telah meninggal dunia meski sempat dirawat.
Alhasil, semua penumpang bus yang pernah berada dengan pekerja tersebut kemudian di tes kesehatannya. Di tengah wabah corona yang belum benar-benar reda, pengecekan Covid-19 secara medis itu juga dilakukan sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya hantavirus. Dilansir dari Globaltimes.cn (25/03/2020), hasil dari corona dinyatakan negatif dan status hantavirus masih ditunda.
Meski sama-sama virus yang berbahaya, ada perbedaan yang mendasar antara corona (Covid-19) dan hantavirus. Jika Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi global adalah virus dari strain (jenis) yang baru, hantavirus sejatinya telah lama ada dan dipelajari sejak tahun 1993 silam. Meski keduanya sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia yang masuk ke paru-paru.
Perbedaan lainnya dari segi penularan, hantavirus cenderung tidak menyebar semasif Covid-19. Menurut Yang Zhanqiu, seorang ahli virus di Universitas Wuhan, mengatakan, penularannnya terjadi lewat kontak dengan tikus, baik itu makanan yang tersentuh, menghirup aroma dari kotoran tikus, tetesan air liurnya, hingga terkena darah dari pasien yang pernah terinfeksi hantavirus.
Saat seseorang telah terinfeski hantavirus atau HPS, gejala pertama yang timbul adalah merasa mual, nyeri pada otot, hingga demam. Hal ini kurang lebih serupa dengan Covid-19, di mana gejalanya lebih didominasi dengan batuk-batuk dan demam. Tak hanya itu, hantavirus juga dapat merusak fungsi hati, ginjal dan organ-organ pasien yang berujung pada gejala demam dan perdarahan masif.
BACA JUGA: 4 Teori Konspirasi Seputar Corona, dari Senjata Biologis Sampai Kejahatan Amerika
Setelah kasus meninggalnya seorang pekerja di Cina akibat hantavirus, para ahli di Provinsi Yunnan, Cina Barat Daya, kemudian meluncurkan penyelidikan secara epidemiologis, yakni melacak faktor terkait dan pola kesehatan yang ada. Provinis Yunan sendiri diketahui telah melaporkan 1.231 pasien dengan hantavirus dalam lima tahun terakhir.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…