KNIL adalah salah satu alasan kenapa Belanda bisa begitu lama menjajah Indonesia. Ya, pasukan ini benar-benar menjalankan fungsinya sangat baik dengan mempertahankan kedaulatan penjajahan bagi Belanda. Tak hanya sukses me-maintain keamanan, mereka juga berperan membabat habis para pemberontak yang ingin menggoyahkan posisi Belanda di Indonesia.
Meskipun sangat patriotik membela negeri kincir angin, KNIL sebenarnya bukanlah pasukan Belanda asli. Ya, rata-rata mereka merupakan tentara bayaran yang digaji oleh kerajaan Belanda. Pasukan asli Belanda memang dilarang untuk menduduki daerah jajahan karena pemerintah sana menetapkan seperti itu. Tapi, meskipun bukan tentara Belanda asli, KNIL tampil layaknya serdadu asli negeri tulip.
Masih tentang KNIL, berikut adalah fakta-fakta tentang pasukan bayaran tersebut. Beberapa mungkin belum pernah kamu dengar. Maka, bersiap-siaplah untuk sedikit terkejut.
KNIL dibentuk oleh pemerintahan Belanda dengan beranggotakan orang-orang militer bukan dari dalam negeri. Mereka menyewa tentara dari negeri lain untuk berperan sebagai serdadu sendiri. Beberapa dari KNIL berasal dari Perancis, Jerman, Belgia dan Swiss. Tapi, jumlah orang-orang ini sangat sedikit. Mayoritas anggota KNIL tiada lain adalah orang-orang Indonesia sendiri.
Meskipun statusnya sama yakni sebagai tentara bayaran. Namun, ada perbedaan yang sangat mencolok antara KNIL yang dari pribumi dan Eropa. Ya, rata-rata KNIL pribumi tak pernah jadi perwira berpangkat tinggi. Walaupun prestasi dan kemampuan mentereng, selamanya mereka akan menempati posisi yang sama.
KNIL ini berperan untuk menjaga kedaulatan Belanda di Indonesia. Maka secara tak langsung mereka pun berhadapan dengan para pejuang Indonesia. Nah, yang miris dari ini adalah akan selalu ada kondisi di mana prajurit KNIL pribumi berhadapan dengan para pejuang Indonesia. Tentu ini akan jadi situasi yang membingungkan hati nurani kedua belah pihak.
Selain gaji kecil serta pertentangan nurani melawan saudara sendiri, prajurit KNIL pribumi juga merasakan kedukaan lainnya. Mereka yang rata-rata hanya prajurit kelas rendah selalu diperlakukan seenaknya. Misalnya mendapatkan seragam butut yang panas dan tak boleh ganti, sampai tinggal di barak yang penuh sesak seperti ikan pindang.
Setelah sekian lama berdiri dan membela Hindia Belanda, akhirnya pada tahun 1950 KNIL resmi dibubarkan. Ya, Ratu Juliana sendiri yang mengumumkan pembubaran ini melalui sebuah surat. Hal ini jadi berkah tersendiri bagi Indonesia. Meskipun dulu membantai para pejuang, tapi bubarnya KNIL jadi awal baru bagi TNI.
Ya, berdasarkan hasil Konferensi Meja Bundar, para serdadu bekas KNIL diperbolehkan untuk masuk TNI dan memperkuat angkatan militer ini. Ini adalah berkah karena KNIL punya kualifikasi mumpuni dan bakal membuat TNI makin kuat. Belum lagi, mantan-mantan KNIL juga berpengaruh besar di TNI nantinya. Sebut saja AH. Nasution atau Pak Harto yang bahkan jadi presiden Indonesia.
KNIL, tentara ini mungkin awalnya jadi duri dalam daging bagi Indonesia. Namun, pada akhirnya mereka justru membuat TNI makin kuat, terutama karena para mantan KNIL yang prestasinya luar biasa di kesatuan nasional. Meskipun demikian, tak bakal bisa dipungkiri kalau KNIL akan jadi salah satu protret terkelam dalam sejarah bangsa.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…