Pejabat negara, merupakan salah satu sosok penting yang dapat mengendalikan jalannya pemerintahan sebuah daerah. Maka tak heran, keberadaanya begitu dibutuhkan, terutama bagi masyarakat di setiap Kota dan Provinsi. Di tengah maraknya kasus kejahatan yang terjadi, sosoknya begitu dijaga dan diperhatikan, termasuk keselamatannya. Hal tersebut sudah menjadi sebuah fasilitas dan haknya sebagai pejabat negara.

Baru-baru ini, terjadi peristiwa mengerikan yang menimpa salah seorang pejabat negara di Surabaya. Sosok misterius yang tak dikenal, hampir saja mencabut nyawa sang penjabat lewat sebuah berondongan tembakan senjata api. Beruntung, aksi horor tersebut gagal mengakhiri hidupnya. Seperti apa kasus penembakan yang menyeramkan tersebut? simak ulasannya berikut ini.

Diberondong tembakan saat berada di rumahnya

Tembakan yang mengenai kaca mobil [sumber gambar]
Adalah sosok Ery Cahyadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, yang menjadi saksi peristiwa tersebut. Saat itu, ia bersama sang istri tengah berada di dalam rumah. Tak lama, terdengar suara rentetan tembakan yang mengenai mobilnya yang kebetulan diparkir di halaman rumah. Tak ayal, mobil miliknya pun mengalami beberapa kerusakan pada bagian badan dan belakang. Total, ada 11 tembakan yang mengenai mobil tersebut.

Latar belakang penembakan yang masih diselidiki

Kasusnya masih diselidiki Polisi [sumber gambar]
Peristiwa penembakan yang terjadi pada Pejabat tersebut, masih menjadi misteri yang diselidiki oleh pihak Kepolisian. Selain memburu pelaku penembakan, Polisi telah mendapatkan beberapa bukti yang bisa menjadi petunjuk penting, terkait dengan kasus tersebut. Contohnya adalah jenis senjata yang digunakan, berikut tiga proyektil peluru yang tertinggal di lokasi kejadian dan ponsel milik sang penembak yang diberikan pada petugas Sekuriti perumahan tersebut.

Gunakan jenis senjata yang mematikan

Hatsan BullMaster Semi-Auto PCP Air Rifle Pellet Black [sumber gambar]
Dalam melakukan aksinya, penembak misterius tersebut diketahui menggunakan senjata laras panjang dengan spesifikasi berburu. Senapan mematikan tersebut merupakan buatan Hatsan BullMaster Semi-Auto PCP Air Rifle Pellet Black dengan kaliber 4,5 mm. Disetiap pembelian senjata tersebut, terdapat tiga buah magazin dan amunisi sebanyak 134 butir. Dilansir dari pyramidair.com, Senapan tersebut dibanderol dengan harga $899,99, atau setara dengan Rp 12 juta lebih. Senjata yang dibuat di Turki tersebut, bisa didapatkan dengan bebas secara online.

Sosok penembak yang berhasil diungkap

Sosoknya berhasil diungkap kepolisian [sumber gambar]
Setelah beberapa saat melakukan aksi koboy-nya tersebut, sosok penembak misterius tersebut berhasil ditangkap oleh Pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya. Buronan kasus penembakan tersebut, diduga merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang otomotif. Penangkapan tersebut, berhasil dilakukan berkat rekaman CCTV yang menangkap gerak-gerik pelaku saat menjalankan aksinya. Sebelumnya, pelaku penembakan sempat meninggalkan jejak dengan menyerahkan telepon seluler yang digunakan sebelumnya, kepada petugas Sekuriti perumahan.

Rumahnya dijaga ketat oleh Ormas kepemudaan

Mendapat dukungan dari ormas [sumber gambar]
Setelah kasusnya berhasil ditangani oleh pihak kepolisian, rumah Ery Cahyadi kini dijaga oleh barisan anggota dari sebuah Ormas kepemudaan. Diketahui, Ery Cahyadi juga merupakan dewan penasihat bagi Ormas tersebut. Sebanyak lima orang diterjunkan secara bergantian untuk mengawasi kondisi rumah Ery Cahyadi. Tak hanya itu, Ormas kepemudaan tersebut juga menuntut pihak Kepolisian agar segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

Tak pelak, peristiwa nahas yang hampir merenggut nyawa seorang anggota pejabat negara tersebut, membuktikan bahwa tindak kriminal bisa terjadi pada siapapun. Meski tergolong sebagai elite negara, bukan tak mungkin malah menjadi sasaran yang empuk bagi pelaku kejahatan. Kedepannya, semoga kejadian tersebut, tidak terulang kembali, dan pihak kepolisian, dapat mengawasi peredaran senjata yang digunakan oleh rakyat sipil.