Pasca terjadinya ledakan bom di Sri Lanka yang menyasar hotel dan gereja, negara tersebut akhirnya menjadi pusat perhatian dunia. Dikutip dari internasional.kompas.com, korban jiwa yang semula dilaporkan sebanyak 290 orang, kini naik menjadi 310. Sungguh, hal tersebut telah mencoreng wajah Sri Lanka yang dulunya memang kerap dilanda konflik bersenjata yang menelan ribuan korban jiwa.
Bicara soal konflik, Sri Lanka sudah lama berseteru dengan kelompok The Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) yang dikenal sebagai Macan Tamil. Organisasi ini dicap sebagai pemberontak oleh pemerintahan sah karena keberadaannya yang hendak mendirikan negara Tamil yang merdeka dan berdaulat di sebelah timur laut Sri Lanka. Dari sejarah konflik yang terjadi, keberadaan Macan Tamil kerap menjadi ‘batu sandungan’ dan momok bagi tentara Sri Lanka.
Kelompok separatis yang bercokol karena merasa terpinggirkan pasca kemerdekaan Sri Lanka
Tahun 1948 menjadi momen yang bersejarah bagi Sri Lanka. Pasalnya, negeri baru tersebut baru memperoleh kemerdekaannya dari Inggris yang menjajah selama beberapa dekade. Di tahun yang sama pula, Solomon Bandaranayake yang menjadi perdana menteri pertama negara itu, menjadikan Sinhala, yang dituturkan oleh mayoritas orang Sri Lanka, sebagai bahasa resmi. Dilansir dari Aljazeera.com, hal ini akhirnya membuat minoritas Tamil merasa semakin terpinggirkan dan secara politis kehilangan hak-haknya.
Memiliki unit militer yang mematikan dan organisasi yang terstruktur secara rapi
LTTE yang kemudian dikenal sebagai Macan Tamil, bersumpah akan membentuk negara terpisah dari Sri Lanka yang disebut Tamil Eelam. Sebagai sebuah organisasi yang akan memberontak para pemerintahan mayoritas Sinhala, Macan Tamil juga memiliki struktur yang rapi dan beberapa sayap politik dan militer yang kelak menjadi ujung tombak perjuangan mereka. Salah satu unitnya yang bernama Black Tiger (Macan Hitam), memiliki tugas untuk melakukan serangan bunuh diri.
Eksitensi kelompok yang didanai secara rahasia dan ilegal
Dalam menjalankan organisasinya, Macan Tamil juga didukung dengan dana dan jaringan infrastruktur keuangan yang terbilang ruwet dan serba rahasia. Mengutip dari laman aljazeera.com, kelompok ini kerap terlibat sejumlah kegiatan ilegal seperti penyelundupan obat-obatan, senjata, emas, dan juga telah didakwa karena perdagangan manusia ke Inggris dan beberapa bagian Eropa. Hebatnya lagi, Macan Tamil juga diketahui membuka kantor luar negeri pertamanya di London pada tahun 1984, dan memiliki organisasi di India, Botswana, Myanmar, Kamboja, Denmark, Jerman, Laos, Malaysia, Myanmar, Qatar, Afrika Selatan, Swiss, dan Thailand.
Terlibat beragam teror dan konflik yang menjadi momok bagi militer Sri Lanka
Salah satu teror mematikan yang pernah dilakukan oleh satuan Macan Hitam adalah saat melawan Rajiv Gandhi, mantan perdana menteri (PM) India. Di mana ia meregang nyawa setelah terkena serangan bom bunuh diri pada Selasa, 21 Mei 1991. Hal ini kemudian berlanjut dengan serangkaian episode paling berdarah di Sri Lanka, di mana Macan Tamil terlibat konflik bersenjata dengan pemerintah yang meminta ribuan nyawa gugur di medan pertempuran.
BACA JUGA: Mahasohon Brigade, Pasukan ‘Iblis’ Sri Lanka yang Dikenal Sebagai Unit Elite Mematikan
Macan Tamil yang telah melakukan pemberontakan berdarah selama kurang lebih 20 tahun, dianggap telah selesai setelah pemerintah Sri Lanka sukses menewaskan Velupillai Prabakharan yang merupakan pucuk pimpinannya pada 2009 silam. Meski demikian, bukan berarti negara sahabat Indonesia itu sepenuhnya aman dari teror. Ledakan bom yang terjadi di hotel dan gereja beberapa waktu lalu, menjadi bukti bahwa keamanan Sri Lanka masih sangat rentan. Apakah Macan Tamil terlibat di dalamnya? Hanya Tuhan yang tahu.