Tegas, keras dan berani sudah jadi sifat yang lekat dengan orang-orang Madura [Image Source]
Belakangan tengah menggeliat wacana tentang berdirinya Madura sebagai provinsi mandiri. Nampaknya hal ini takkan menjumpai jalan terjal lantaran beberapa pihak terlihat menyetujui langkah tersebut, termasuk Presiden Jokowi sendiri. Hal ini seolah kembali mengingatkan kita akan Madura yang bahkan pernah jadi negara sendiri di tahun 1948. Namun pada akhirnya menyatu dengan NKRI lantaran sejatinya berdirinya negara Madura saat itu hanyalah paksaan dari Belanda.
Membahas Madura memang seperti tidak ada habisnya. Ada banyak hal unik yang bisa kita kulik dari daerah yang dikenal sebagai penghasil garam ini. Termasuk pula orang-orang Madura sendiri. Ya, sudah lama para Sakera Mania ini jadi pembicaraan banyak orang lantaran sifat-sifat dan kebiasaannya yang unik dan menarik. Bahkan beberapa bisa kita contoh untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja beberapa karakter unik berikut.
Ada yang pernah dengar orang Madura logat bicaranya halus dan pelan seperti orang Solo? Hampir tidak ada, mereka dikenal sangat tegas bicaranya. Bahkan percakapan dua orang Madura sudah cukup membuat kegaduhan tersendiri. Sama seperti Medan sih, hanya saja orang Madura biasanya lebih aktif.
Semua orang punya sifat ambisius, ingin meraih sesuatu dengan usaha maksimal. Namun, takkan pernah ada orang-orang Indonesia yang tekad ambisiusnya sebesar orang-orang Madura. Hal ini bisa kita lihat dari seberapa giat mereka bekerja. Contohnya, di pasar-pasar banyak orang Madura berjualan hingga larut malam, padahal mereka bukanya pagi sekali.
Semua orang seperti ini, namun orang Madura bisa dikatakan jika mereka ada di level lebih tinggi. Ya, soal harga diri mungkin bagi kita semacam kehormatan dan sejenisnya. Namun bagi orang-orang Madura harga diri artinya sama dengan nyawa. Mungkin anda pernah mendengar ujaran yang mengatakan jangan cari masalah dengan orang Madura karena mereka akan melakukan apa pun.
Orang-orang Madura sangat kuat persaudaraannya. Bahkan saking eratnya, teman dan saudara sendiri sudah tidak ada bedanya. Orang-orang Madura suka berkumpul satu sama lain dari golongannya sendiri entah lewat arisan atau perkumpulan lain dan biasanya rutin. Hal ini jadi bukti jika mereka memang sangat kompak. Tak hanya di tanah sendiri, di rantauan anda juga bisa melihatnya sendiri betapa mereka memang saling mendukung satu sama lain.
Cobalah bertamu kepada teman anda yang berasal dari Madura. Bersiap-siaplah terpukau dengan bagaimana mereka sangat ramah dan menjamu anda dengan sangat istimewa. Suguhan apa pun akan dikeluarkan, sampai-sampai muncul istilah jika orang Madura memperlakukan tamunya bak seorang raja.
Menghormati orangtua memang sudah jadi hal yang wajib dilakukan. Namun, bagi orang Madura orangtua bukan hanya ayah dan ibu, tapi juga guru-guru dan juga kyai. Mereka begitu patuh dan sangat hormat dengan sosok tersebut. Bahkan ketika guru atau kyai menyuruh sesuatu, maka tidak ada alasan untuk menolaknya.
Terlepas dari stigma buruk yang beredar tentang orang-orang Madura, hal-hal unik di atas memang lazim dimiliki kebanyakan orang Madura. Sehingga tidak masalah jika kita tiru sifat-sifat mereka untuk kemudian dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Kita sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Sehingga sudah pasti bisa mengambil yang baik-baik tanpa harus menilai datangnya dari mana.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…