Beragam cara digunakan oleh anak muda jaman sekarang agar terlihat tidak ketinggalan zaman. Salah satunya adalah mengikuti tren, entah itu fashion, makanan ataupun gaya hidup. Asalkan gengsi tidak kalah dengan yang lain, apapun akan dipertaruhkan.
Namun sayangnya tidak semua tren yang berlaku di masyarakat itu selalu bernilai positif. Misalnya saja kebiasaan mabuk dengan obat batuk yang mulai tenar di kawula muda. Alih-alih jadi bergaya, mabuk obat batuk malah bisa mengancam nyawa. Mari, mengenal tentang betapa berbahayanya tren mabuk baru ala anak muda ini biar orang tua lebih waspada.
Tren mabuk obat batuk mulai berkembang di kalangan ABG
Setelah muncul sebuah tren mabuk dengan menggunakan lem kayu dan pembalut, kini muncul lagi kebiasaan serupa dengan media yang berbeda. Ya, sepertinya mabuk dengan obat batuk rupanya mulai menjalar di kalangan pemuda Indonesia, terutama pelajar.
Lalu apa yang bisa mengakibatkan mabuk dari obat yang satu ini?
Nampaknya obat batuk jenis sirup ini bisa berbahaya karena kandungan yang ada di dalamnya. Ya, pasalnya di dalamnya terkandung dextrometorphan atau biasa disebut dextro. Fungsi utama dari Dextro ini sendiri adalah untuk meredakan gejala batuk, namun sayang kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan pusing hingga halusinasi berkepanjangan.
Dampak nyata buat kesehatan yang mengerikan
Seperti dijelaskan sebelumnya kalau penggunaan obat ini secara berlebihan bisa mengakibatkan Skizofernia. Selain itu, rupanya masih ada efek negatif lain dalam penyalahgunaan obat batuk sachetan ini. Salah satunya gagalnya fungsi ginjal karena tidak tahan menahan dosis berlebih pada obat. Belum lagi gangguan kulit seperti luka bakar bisa menyerang kapan saja.
Nasib miris para pemabuk obat batuk
Sepertinya meskipun sangat rawan dengan kematian atau tindak kejahatan, sama sekali tidak membuat para penyalah guna obat batuk ini jera. Buktinya, beberapa tahun yang lalu dua pelajar SMP ditemukan tewas karena mengalami overdosis saat ngefly dengan cara ini.
Kebiasaan yang macam begini mesti jadi perhatian khusus orang tua. Pasalnya harga obat yang murah, bisa saja disalahgunakan kapan saja. Apalagi mengingat efeknya sama dengan psikotropika dan meregang nyawa. Kita mesti lebih awas pada calon penerus bangsa itu.