Categories: Trending

5 Fakta Ngeri Guillotine, Pisau Raksasa yang Dipakai Untuk Memenggal Kepala Para Penjahat

Hukuman mati mungkin masih jadi hal yang kontroversial hari ini. Namun, di masa lalu eksekusi cenderung merupakan sesuatu yang wajar. Bahkan kadang hukuman ini disaksikan oleh masyarakat luas. Berbicara soal metode eksekusi, orang-orang zaman dulu punya caranya sendiri untuk melakukan hal tersebut. Dan salah satu cara yang bisa dibilang paling terkenal adalah menggunakan pisau raksasa yang bernama Guillotine.

Disebut pisau raksasa lantaran ukuran belati Guillotine sendiri memang besar. Mekanismenya adalah ia ditarik dengan tali lalu kemudian dilepaskan. Guillotine yang berat akan menghujam ke bawah di mana di situ akan ada seorang terpidana mati yang terlentang. Guillotine sangat efektif sebagai metode eksekusi, namun pada akhirnya ia dimuseumkan lantaran dianggap sangat mengerikan.

Lebih jauh tentang pisau satu ini, berikut adalah fakta-fakta Guillotine yang mungkin belum pernah kamu ketahui sebelumnya.

1. Digunakan Sebagai Metode Eksekusi Manusiawi

Perancis adalah negara pertama dan mungkin satu-satunya yang mengaplikasikan metode eksekusi dengan Guillotine. Ada alasan kenapa mereka memberlakukan ini dan hal tersebut bertujuan baik sebenarnya. Jadi, dipercaya jika eksekusi dengan Guillotine akan membuat si terpidana mati tidak perlu merasakan sakit yang terlalu lama. Diketahui, eksekusi menggunakan kapak dan pedang memang sering gagal. Entah karena tumpul atau mungkin sudut tebas yang tak pas.

Guillotine [Image Source]
Setelah Guillotine diciptakan, eksekusi pun berjalan sangat lancar. Ya, dijamin Guillotine akan langsung memenggal kepala seseorang tanpa pernah meleset atau gagal. Soal penciptaan Guillotine, alat ini ternyata didesain oleh seorang pria bernama Joseph Ignace Guillotin. Uniknya, pria ini sebenarnya tak pernah setuju dengan hukuman mati. Ironisnya, alat yang diciptakannya justru sudah memenggal puluhan ribu kepala.

2. Puluhan Ribu Kepala Jadi Korban Guillotine

Metode eksekusi menggunakan Guillotine mulai diberlakukan pada tanggal 25 April 1792 dengan korban pertama yang bernama Nicolas Jacques Pelletier. Dianggap sangat sukses, alat ini pun bertahan dalam waktu yang sangat-sangat lama. Guillotine terakhir dipakai pada tahun 1977. Jadi, kurang lebih sudah sekitar 185 tahun alat ini dipakai.

Korban Guillotine puluhan ribu [Image Source]
Selama rentang waktu itu, sudah banyak orang yang dieksekusi. Jumlah pastinya tidak diketahui, namun yang jelas lebih dari 30 ribu orang. Korbannya sendiri sangat beragam. Tak hanya penjahat saja, tapi juga raja dan ratu. Ya, Raja Louis XVI dan Marie Antoinette juga tercatat sebagai korban Guillotine.

3. Eksekusi Dengan Guillotine Jadi Hiburan Rakyat

Membayangkan seseorang dipenggal saja sudah ngeri apalagi menyaksikannya secara langsung. Umumnya, mayoritas orang akan merasa seperti ini, tapi nyatanya hal tersebut tak dialami oleh warga Perancis. Ya, di masa Guillotine berjaya, mereka justru sangat menanti-nantikan prosesi pemenggalan tersebut.

Guillotine jadi hiburan rakyat [Image Source]
Begitu ada orang yang bersalah dan diumumkan bakal dieksekusi, maka warga Perancis berbondong-bondong mendatangi tempat eksekusinya. Mereka begitu antusias dengan hal tersebut, bahkan ketika pisau Guillotine menghujam, sebagian orang bersorak gembira. Alih-alih sebagai peringatan, Guillotine justru lebih dianggap tontonan asyik yang menegangkan.

4. Ketika Guillotine Jadi Mainan Anak-Anak

Guillotine bagi masyarakat Perancis tak hanya dianggap sebagai alat eksekusi saja, tapi juga identitas yang menimbulkan rasa bangga. Buktinya adalah terciptanya ribuan prosa dan puisi soal alat mengerikan ini. Tak hanya itu, bahkan bocah-bocah Perancis dulu mainannya adalah miniatur Guillotine.

Mainan Guillotine [Image Source]
Bukan hanya sekedar mainan, tapi yang benar-benar bisa berfungsi layaknya Guillotine sungguhan. Jadi, para bocah itu biasanya main penggal-penggalan. Korbannya sendiri macam-macam. Mulai dari boneka sampai tikus hidup.

5. Operator Guillotine Adalah Selebritis

Seiring dengan populernya Guillotine, para operator pun juga terkena imbasnya. Bukan digunjing secara massal, namun malah dipuja seperti artis di zaman sekarang. Mereka disukai oleh gadis-gadis dan bahkan model bajunya pun jadi trendsetter.

Operator Guillotine [Image Source]
Pemerintah Perancis sendiri memang tidak menyuruh sembarang orang untuk jadi operator Guillotine. Mereka harus punya pengalaman dan rata-rata sudah terlatih. Soal operator, sudah biasa di zaman itu kalau para eksekutornya adalah keturunan dari operator sebelumnya, dan terus seperti itu.

BACA JUGA: 5 Fakta Ngeri Titanoboa, Ular Purba Raksasa Yang Ukurannya Bikin Merinding

Guillotine mungkin terlihat sangat mengerikan. Namun, di masa jayanya alat ini justru jadi kebanggaan. Entah apa alasannya, namun yang jelas Guillotine memang jadi lambang keadilan sejati. Tak hanya memenggal kriminal, Guillotine juga menghabisi seorang raja dan ratu. Meskipun dibanggakan, alat ini pada akhirnya disingkirkan karena dianggap sudah tidak relevan dan memunculkan aura menakutkan.

Share
Published by
Rizal

Recent Posts

Bocah Bermain Skuter di Jalan Raya, Pengendara Panik dan Kocar-kacir

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang bocah kecil bermain skuter sendirian di tengah…

2 months ago

Fakta Menarik Pemecatan Shin Tae Yong dan Masuknya Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Dunia sepakbola Indonesia sedang geger-gegernya. Jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di…

3 months ago

Kronologi Pembunuhan Tragis Aktor Sandy Permana dan Konflik di Baliknya

Aktor laga Sandy Permana, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron kolosal, ditemukan tewas dengan luka…

3 months ago

Misteri Pagar Laut di Perairan Utara Jawa Barat, Tak Ada yang Tahu Pemiliknya

Hampir setiap hari masyarakat Indonesia mengernyitkan dahi dengan kasus-kasus absurd tapi nyata yang hadir di…

3 months ago

Anak SD di Medan Dihukum Belajar di Lantai Karena Orang Tua Menunggak SPP

Kasus memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswa…

3 months ago

Los Angeles Dilalap Api, dari Isu Iklim hingga Dampak ke Ranah Politik

Ketika banyak orang berharap 2025 lebih baik dari sebelumnya, awal tahun ini justru diawali dengan…

3 months ago