Categories: Trending

Mengenaskan! Di Balik Hingar Bingar Merek Ternama Ini, Ada Luka yang Dialami Para Buruhnya

Banyaknya pabrik yang berdiri di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah para pekerjanya. Bukan, bukan mereka yang duduk santai di kursi putar dengan balutan jas yang apik, namun mereka yang berpeluh untuk mengerjakan semua produk dalam pabrik tersebut. Ya, ulasan ini akan sedikit menyenggol soal kondisi buruh.

Sudah banyak fenomena positif soal buruh yang sering kita lihat. Bahkan, mereka memiliki satu hari khusus untuk dirayakan, yaitu setiap tanggal 1 Mei, yang diperingati sebagai Hari Buruh atau May Day. Namun, meski tampaknya sekarang keadaan sudah berubah, nasib buruh ternyata masih sama saja dengan belasan tahun silam, jika kita tengok pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini.

Menilik Nasib Buruh Puluhan Tahun Lalu

Dalam sebuah film dokumenter yang berjudul The New Rulers of The World, John Pilger, jurnalis Australia membuka fenomena buruh yang terjadi di Indonesia. Kala itu, ia mendokumentasikan kondisi buruh pada era orde baru yang kita tahu banyak sekali jumlahnya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya perusahaan asing seperti GAP, Reebok, Adidas dan Nike yang masuk ke Indonesia.

Cuplikan Film Pilger [image source]
Ironisnya, para buruh dipaksa bekerja hingga 36 jam nonstop. Selain itu, mereka juga bekerja di ruangan yang sempit serta minim oksigen. Namun, peluh buruh sebanyak itu dihargai hanya dengan upah kecil. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh salah satu buruh yang diwawancara oleh John, ia mengaku kaget ketika mengetahui harga produk yang mereka kerjakan di pasaran, karena sangat jauh dari upah yang mereka terima.

Menyita Ijazah Para Buruh Sebagai Bukti

Baru-baru ini, jagat media dihebohkan dengan es krim fenomenal Aice, yang pasti sudah dicoba semua orang. Selain enak, harganya memang sangat murah sehingga banyak diburu. Diketahui, perusahaan es krim Aice juga beberapa kali mendapat penghargaan.

Buruh Aice [image source]
Namun, di balik kemasyhurannya tersebut, ada nasib para buruh yang digantungkan. Banyak hal yang diterima oleh mereka namun tak sesuai dengan kontrak. Para buruh yang dijanjikan upah Rp. 3,5 juta per bulannya harus menggigit jari karena selama ini hanya menerima upah berdasar kehadiran saja, alasan seperti sakit pun tidak ditolerir. Selain itu, masuk menjadi buruh pabrik es krim ini harus melalui calo dengan membayar sekitar Rp. 2,5 juta serta ijazah yang ditahan sebagai buktinya.

Delapan Jam Kerja yang Tak Berlaku

Perusahaan smartphone paling digandrungi masyarakat saat ini, iPhone, ternyata juga memiliki masalah dengan para buruhnya. Perusahaan secara resmi mengatur tidak memperbolehkan buruhnya bekerja lebih dari 60 jam per minggu. Namun, sebuah pabrik anakan Apple di China melanggar aturan tersebut.

Asrama Buruh Apple [image source]
Mereka membuat para buruh bekerja selama 20 jam sehari. Lagi-lagi, upah yang tak setimpal juga diterima oleh mereka dengan kondisi yang miris seperti ini. Selain itu, dilansir dari detik.com, asrama yang ditempati para buruh juga sangat tidak layak dengan kasur yang penuh kutu dan jamur serta memaksakan 14 orang masuk ke dalam ruangan yang tidak lebih besar dari kamar mandi Kim Jong Un.

Cara Jitu Buruh Menyuarakan Keadilan

Banyaknya demo para buruh yang kadang berakhir ricuh serta tidak tertangani membuat keadaan semakin miris. Bukan hanya di Indonesia ternyata, hal ini terjadi juga di Istanbul. Daripada memilih demo yang tak berujung mendapat solusi, mereka memiliki cara jitu untuk mengungkapkan ketikdakadilan yang dialaminya.

Zara yang Ramai [image source]
Ia merupakan salah satu pekerja di toko merk baju terkenal, ZARA. Ia lalu menyelipkan sebuah catatan yang berisi “saya membuat pakaian ini untuk kalian beli, tetapi saya tidak dibayar,” dilansir dari independent.co.uk. Hal tersebut bisa dibilang efektif mengingat para pembelinya akan mengecek dan memviralkan hal tersebut.

Melihat fenomena buruh di dunia memang membuat kita geleng-geleng kepala. Sudah banyak yang mereka lakukan untuk menuntut keadilan. Namun tampaknya, perusahaan juga tak ingin rugi sehingga tetap menerapkan aturan-aturan yang tidak masuk akal seperti itu. Semoga saja, ke depannya para buruh di dunia, terutama Indonesia akan semakin makmur dan mendapatkan keadilannya.

Share
Published by
Harsadakara

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago