Keahlian dalam eksekusi bola-bola mati, menjadi salah satu nilai plus yang membuat seorang pemain bola ditakuti di lapangan. Kemampuan inilah yang menjadi andalan seorang Makan Konate untuk mengarungi kerasnya kompetisi di Tanah Air. Pria kelahiran 10 November 1991 di Bamako, Mali, Afrika Barat ini, menjadi salah satu andalan tim Arema FC di Liga 1 2019.

Meski masih berusia muda (di bawah 30 tahun), kekuatan dan skill yang dimiliki Konate tak kalah dengan para seniornya. Pengalamannya bermain di berbagai klub besar di luar negeri dan Indonesia, membuat sosoknya menjadi perhitungan tersendiri bagi tim lawan. Meski bukan berperan sebagai striker murni, toh Konate dengan skill bola matinya tenyata sanggup bersaing di papan top score sebagai pencetak gol terbanyak.

Berpengalaman bermain di klub besar luar negeri dan Indonesia

Makan Konate sempat bermain untuk negerinya sendiri, Stade Malien Mali di tahun 2011, dan sebuah klub di Libya bernama Al-Akhdar SC pada 2012. Untuk Timnas, Konate bermain untuk Mali U-17 dan Mali U-19. Sementara di Malaysia, ia dikontrak oleh T-Team, Kuala Trengganu pada Januari 2016 dalam kompetisi Malaysia Super League. Sayang, klub negeri Jiran ini memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya karena cedera lutut.

Tak putus asa, Konate mencoba peruntungan dengan bergabung di klub Indonesia. Pada saat itu, klub pertamanya adalah PSPS Pekanbaru (2013), disusul kemudian Barito Putera (2014), Persib Bandung (2016), Sriwijaya FC (2017) dan Arema FC (2018- saat ini). Di Tim Singo Edan, Konate menjadi andalan dan menjadi salah satu lumbung gol yang penting bagi klub kebanggaan kera ngalam tersebut.

Jadi penyuplai bola dan mesin gol bagi Arema FC

Bintang lapangan memang layak disematkan pada sosok Makan Konate. Meski tak menempati posisi sebagai striker murni, ia ternyata mampu menyumbangkan banyak gol pada Arema selama mengarungi Liga 1 2019. Salah satunya terlihat saat Arema FC menjalani pertarungan klasik, yakni Derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya. Sebuah laga yang panas dan penuh rivalitas.

Seolah menjadi ajang pembuktian, Konate sukses membawa Arema FC memenangi laga tersebut dengan skor yang cukup telak, yakni 4-0. Bahkan, performa apik Konate kini membuatnya bersaing di daftar top skor Liga 1 2019 dengan raihan sembilan gol. Pemain asal Mali ini hanya tertinggal tiga gol dari pemuncak top skor sementara, Alex Goncalves dengan mengemas total 12 gol.

Pria Afrika yang ingin dinaturalisasi menjadi WNI

Selama menjalani karir di Indonesia, Konate merasa nyaman dan ingin berkarir lebih lama lagi di Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, ia pun memiliki rencana ingin menjadi WNI alias dinaturalisasi. Hal ini pun disampaikan oleh rekan setim Konate di Arema FC, Hamka Hamzah, melalui kanal Youtube pribadinya. “Kita perlu tahu teman-teman, Konate sangat berhasrat untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia,” kata Hamka dalam unggahan videonya.

Tak langsung diiyakan, Kapten Tim Arema FC itu memberi syarat khusus bagi Konate jika ingin menjadi pemain naturalisasi. Salah satunya seperti membeli rumah atas nama dirinya di Indonesia. Bukan tanpa alasan, hal ini menjaga asal kasus soal pemain naturalisasi yang sudah-sudah, tidak terjadi lagi di Indonesia. “Apabila tidak mempunyai rumah di Indonesia, setelah kompetisi dia pasti akan pulang ke rumah di negaranya,” ujar Hamka. Ya harus nurut nih Konate..hehe

BACA JUGA: Masih Ingat Michael Essien? Beginilah Kabarnya Sekarang Setelah Terusir dari Indonesia

Dengan skill individu dan eksekusi bola mati yang mumpuni, Konate bisa jadi salah satu juru gedor dalam Timnas Garuda jika memang sah menjadi WNI. Statusnya yang saat ini menjadi tulang punggung bagi tim Arema FC, bisa menjadi ajang pembuktian jika dirinya adalah sosok yang layak sebagai pilihan di lini utama. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?