in

Golden Coach, Kereta Kencana Emas Belanda yang Dianggap Merendahkan Bangsa Indonesia

Peristiwa kematian George Floyd di tangan seorang polisi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, sempat memantik kemarahan masyarakat dunia lantaran insiden tersebut berbau rasialisme. Pada kesempatan lainnya, akun Twitter Redfish juga mengunggah kereta kencana milik kerajaan Belanda yang bernama Golden Coach.

Namun yang menjadi persoalan adalah, lukisan pada pintu kereta tersebut menggambarkan potret kolonialisme negaranya di masa lalu. Yakni di kawasan Afrika dan Indonesia. Masyarakat Belanda pun rama-ramai memprotes dan mengecam hal tersebut. Selengkapnya? Simak ulasan berikut ini.

Kereta kencana yang digunakan dalam acara pernikahan keluarga kerajaan

Golden Coach atau kereta kencana emas diterima pertama kali oleh Ratu Wilhelmina pada tahun 1898 sebagai bentuk penghargaan dari warga Amsterdam pada dirinya. Pada tahun 1901, Wilhelmina menggunakannya saat dirinya menikah dengan Pangeran Hendrik. Kelak, Golden Coach digunakan untuk acara-acara serupa ke depannya.

Kereta kencana emas yang digunakan bangsawan Belanda [sumber gambar]
Tercatat, kereta kencana emas digunakan pada acara pernikahan beberapa generasi bangsawan Belanda, yakni Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard (Den Haag, 1937), pembaptisan Ratu Beatrix (1938), pelantikan Ratu Juliana (Amsterdam, 1948), pernikahan Ratu Beatrix dan Pangeran Claus (Amsterdam, 1966), dan pernikahan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima (Amsterdam, 2002).

Lukisan berbau rasial pada kereta kencana yang menuai kontroversi

Kontroversi soal kereta kencana tersebut mencuat setelah akun Twitter Redfish menyoroti lukisan pada sisi pintu, yang dianggap sebagai simbol rasisme atas tindakan kolonialisme yang dilakukan kerajaan Belanda di masa lalu. Unggahan itu juga disebut juga dianggap sebagai bentuk glorifikasi ras kulit putih atas jajahan mereka.

Lukisan itu sendiri memperlihatkan betapa kaum kulit putih – yang diwakili oleh figur Ratu (Belanda), tengah duduk di singgasana dengan dikelilingi oleh orang-orang yang dianggap sebagai budak mereka. Tampak pada sisi kiri menggambarkan potret warga Afrika dan di kanan adalah masyarakat Jawa yang mewakili takluknya Indonesia sebagai negeri jajahan.

Jadi sorotan di Belanda hingga petisi agar kereta kencana tersebut dimuseumkan

Masyarakat Belanda sendiri memprotes kereta kencana tersebut karena masih memuat lukisan perbudakan kolonial pada panel pintunya. Seorang dosen sejarah di Universitas Leiden, Dr Karwan Fatah-Black, yang dikutip dari Dutchnews (12/06/2020) mengatakan kepada RTL Nieuws bahwa kereta kencana tersebut sebaiknya dimuseumkan saja.

Tangkapan layar petisi agar kereta kencana tersebut dimuseumkan [sumber gambar]
Menurut dirinya, lukisan tersebut seolah mengatakan bahwa kaum kulit putih (Belanda) ada di atas segalanya dan hitam (Afrika dan Indonesia) ada di sana untuk melayani mereka. “Lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi untuk menempatkan Golden Coach di museum perbudakan ketimbang ditampilkan pada khalayak umum”. ucap Dr Karwan Fatah-Black.

Unggahan soal kereta kencana yang ditanggapi secara beragam

Unggahan soal lukisan perbudakan pada kereta kencana milik Kerajaan Belanda itu pun mendapat komentar yang beragam dari netizen yang kebanyakan adalah orang-orang Indonesia. Meski demikian, tak sedikit pula warganet luar negeri yang ikut mengomentari hal tersebut.

Salah satunya adalah seorang pengguna Twitter @paulgundala. Dirinya sebagai orang Indonesia (Jawa), menganggap bahwa alangkah baiknya jika kereta kencana tersebut dimuseumkan karena merasa bahwa Indonesia telah merdeka dan terbebas dari bentuk penjajahan dan kolonialisme di masa lalu.

BACA JUGA: 5 Negara Besar ini Dikenal Sangat Rasis, Indonesia Apa Kabar

Banyaknya desakan agar kereta kencana Kerajaan Belanda tersebut dimuseumkan, menjadi indikasi bahwa segala atribut yang memperlihatkan tindakan kolonialisme di masa lalu tak akan mendapat tempat di hati masyarakat manapun. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Nggak Cuma Geprek, Ini Deretan Bisnis Kuliner Lain Ruben Onsu yang Membuatnya Makin Tajir

3 Teknik Cocok Tanam Pakai Sisa Kemasan Makanan dan Minuman, MURAH Hasil Melimpah!