Anggapan dunia akan diguncang oleh Perang Dunia III sempat jadi trending topic di linimasa Twitter Indonesia. Tagar #WWIIl dan #worldwar3 pun sempat naik, seiring terjadinya gesekan antara AS dan Iran akibat kematian Jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani.
Bahkan, tagar #IranUsa terlihat menjadi trending topic yang baru untuk menggambarkan suasana runyam tersebut. Bagi Iran, Soleimani dianggap sebagai sosok petinggi militer yang berpengaruh di negeri Para Mullah tersebut. Namun di sisi lain, ia dilihat sebagai ancaman bagi AS di Timur Tengah. Untuk lebih jelas, simak ulasannya di bawah ini.
Jenderal top Iran yang merupakan pemimpin pasukan elit Garda Revolusi
Dikenal dekat dengan pemimpin Iran dan ahli strategi intelijen militer
Sepak terjang Soleimani yang membuat AS semakin khawatir
Dikabarkan meninggal dunia setelah kediamannya dihantam rudal AS
Hingga pada 3 Januari 2020 lalu, Soleimani dikabarkan meninggal dunia usai gedung militer tempatnya berada di hantam rudal AS. Bukan tanpa alasan, pemerintahan Donald Trump dan Pentagon menganggap bawah Jenderal top Iran itu akan merencanakan serangan terhadap diplomat AS dan sekutunya di Irak. Kematian Soleimani pun membuat hubungan kedua negara memanas.
Sosok perwira militer yang mengawali karirnya sebagai tukang bangunan
Dikenang sebagai perwira militer yang berpengaruh, Soleimani datang dari latar belakang keluarga miskin di Provinsi Kerman, Iran. Untuk membantu perekonomian, ia sempat menghabiskan waktunya bekerja sebagai tukang bangunan, hingga kemudian bergabung dengan Pasukan Garda Revolusi, seperti yang dilansir dari Aljazeera.com (3/01/2020).
BACA JUGA: Menilik Fakta Garda Revolusi Iran yang Mengancam Akan Lenyapkan AS, Israel, dan Arab Saudi
Buntut dari kematian Qassem Soleimani dalam statusnya sebagai Jenderal Garda Revolusi Iran, pemerintah setempat mengibarkan bendera merah di Masjid Jamkaran sebagai simbol balas dendam terhadap AS. Hal inilah yang kemudian memunculkan spekulasi dan anggapan bahwa kedua negara ini akan memicu konflik dan memulai Perang Dunia III.