Jam Gadang vs Big Ben [image: source]
Ikon kota Bukittinggi yang satu ini sangat populer di masyarakat. Merupakan sebuah menara jam yang di bangun di pusat kota Bukittinggi, Jam Gadang sejak berdiri sudah menjadi jantung kota. Di pagi hingga sore hari, menengadah melihat puncak Jam Gadang akan menampilkan kemegahan bangunan dengan background langit megah. Sedang di malam hari, nuansa romantis nan eksotis akan mempesona pengunjung. Di balik itu semua, ada beberapa hal terkait bangunan berumur sekitar 180 tahunan ini yang masih menjadi teka-teki sampai saat ini.
Dari sekian banyak teka-teki, yang paling populer di masyarakat tentang angka “4” yang selalu dikaitkan. Misalnya, mengapa menara ini memiliki 4 buah jam di tiap sisinya. Selain itu, mengapa angka 4 pada bilangan romawi ditulis IIII, bukan IV seperti pada umumnya. Tak hanya soal teka-teki, ada beberapa fakta menarik lain dari sang kembaran Big Ben ini.
Hal menarik yang tidak putus-putusnya ditanyakan pengunjung Jam Gadang adalah mengapa angka 4 ditulis “IIII”, bukan “IV” seperti seharusnya angka romawi. Apakah ada kesalahan penulisan? Menurut cerita masyarakat sekitar, konon dalam proses pembangunan Jam Gadang, ada empat orang pekerja (tukang batu) yang meninggal karena kecelakaan kerja. Untuk mengenang hal tersebut, maka jam yang dipesan di Rotterdam itu sengaja ditulis angka I berjajar 4 (IIII).
Berbeda dari dua pendapat sebelumnya, beberapa ahli menyatakan bahwa angka 4 dalam huruf romawi awalnya memang tertulis IIII. Hal ini terjadi jauh sebelum pemerintahan Louis XIV. Dan penulisan angka empat dengan “IV” dikatakan sebagai perubahan penulisan angka romawi yang awalnya IIII. Sampai saat ini, pendapat mana yang paling benar masih menjadi teka-teki.
Banyak yang tidak tahu mengapa Jam Gadang selalu disebut kembaran Big Ben. Meski memiliki bentuk yang serupa (segiempat), namun menara Big Ben di London dan Jam Gadang jelas berbeda. Jam Gadang dibuat dengan gaya modern dengan menara berbentuk rumah adat Minangkabau setinggi 26 meter. Sedangkan Big Ben didesain dengan gaya Gothik Victoria yang tingginya dengan puncak menara runcing dan tinggi mencapai 96 meter.
Keindahan dan kemegahan Jam Gadang memang mempunyai pesona tersendiri. Meski beberapa teka-teki belum terpecahkan, namun justru hal ini menjadi daya pikat yang semakin membuat Jam Gadang populer.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…