in

4 Fakta Investasi Bodong Lucky Star, Rugikan Belasan Miliar Uang Pemodal Hanya Untuk Foya-Foya

Adanya pandemi ini memang membuat orang harus memutar banyak akal untuk mencari uang. Nah, salah satu yang paling mudah terpikirkan adalah dengan berinvestasi. Bagaimana tidak, dengan menitipkan modal maka keuntungan akan tetap didapatkan. Hal itu juga bisa dianggap sebagai tabungan untuk masa depan.

Namun sayang tak selamanya yang namanya investasi akan menghasilkan komisi. Seperti yang dilakukan oleh Lucky Star Group yang ternyata malah bikin investornya jadi gigit jari. Sudah miliaran rupiah kerugian yang didapatkan dan terus bikin pemodal menderita. Lalu seperti apa sih aksi investasi bodong itu? Berikut ulasannya.

Lucky Star, investasi bodong bikin merugi

Beberapa waktu yang lalu sebuah investasi berbasis trading forex, Lucky Star harus diringkus oleh pihak berwajib karena terbukti merugikan. Dilansir dari laman Kompas, ada total Rp15,6 miliar telah diamankan oleh polisi dari 53 korbannya.

Ilustrasi investasi bodong [sumber gambar]
Namun itu tak semua, pasalnya pelaku yang berinisial HS atau Sian-Sian ini mengaku ada 100 orang korban sehingga jumlah barang bukti akan terus bertambah. Investasi ini sebenarnya berfokus pada trading forex, namun dalam pengaplikasiannya tidak ada praktik trading sama sekali yang dilakukan. Uang yang telah disetorkan oleh investor malah dipakai oleh HS dan tak ada keuntungan yang dikembalikan kepada pemodal.

Sudah ada sejak lama, namun mulai terendus akhir-akhir ini

Lucky Star sejatinya bukan investasi anak bawang, pasalnya mereka sudah ada sejak tahun 2007. Bahkan investasi ini sebenarnya telah terdaftar di Kemenkuham untuk menggaet korbannya, seolah membuktikan kalau mereka memang resmi. Namun sayangnya hal itu tidak mengubah fakta kalau Lucky Star tak bisa melakukan trading forex karena tak memiliki izin dari OJK.

Tak punya izin OJK [sumber gambar]

Hal itulah yang tidak diketahui banyak korban, padahal meskipun punya embel-embel badan resmi namun ternyata praktiknya tidak berizin alias ilegal. Pun demikian dengan trader Belgia yang disebutkan HS akan mengolah investasi para korban, kenyataanya hanya bualan semata.

Kecurigaan investior atas dana-dananya

Aksi busuk dari investasi bodong Lucky Star ini mulai tercium ketika salah satu korbannya melapor ke polisi. Dilansir dari laman Detik, seorang warga Jakarta Barat Berinisal KR mengaku mengalami kerugian 1 M akibat investasi bodong ini. Dirinya bergabung dengan Lucky Star pada tahun 2018 dan dijanjikan banyak keuntungan jika berinvestasi di sana.

Keuntungan tak dibagi [sumber gambar]
Mereka menjanjikan keuntungan fix 4-6 persen per bulannya dan beberapa keuntungan lainnya. Pada enam bulan pertama memang keuntungan itu didapatkan, namun setelah itu sang investor mulai curiga. Pasalnya selain keuntungan tak lagi disetorkan, ketika ditagih HS berkelit dengan seribu alasan. Mulai dari lockdown di Belgia, adanya kendala teknis, dan lain-lain. Berdasarkan kejanggalan tersebut yang membuat korban segera melaporkan Lukcy Star pada polisi.

Pelaku tunggal dengan banyak korban

Jika kamu mengira kejahatan yang merugikan sampai belasaran miliar rupiah itu dilakukan berkelompok, maka kamu salah. Ya, semua aksi yang investasi bodonng Lucky Star itu dilakukan sendiri oleh HS. Dia mencari izin dari badan resmi, membujuk investor untuk berinvestasi, hingga menyebarkan berita palsu untuk mengelabui korbannya.

Pelaku HS [sumber gambar]
Salah satu aksinya adalah ketika dimintai kejelasan dana dari investor, dia bekelih dengan mengedit sebuah berita bahwa kantor Lucky Star di Belgia sedang di lockdown dan keuntungan tidak bisa turun. HS pun mengaku kalau uang-uang dari para investor dipakai untuk kepentingan pribadi, mulai dari liburan, membeli mobil, dan memenuhi kebutuhan lainnya.

BACA JUGA: Belajar dari Kasus Jouska, Inilah Ciri-ciri Investasi Bodong Agar Terhindar dari Penipuan

Ya, kembali lagi kalau investasi adalah sarana paling menggiurkan dalam mencari keuntungan. Namun sayang tak semua bisa berjalan dengan mulus karena banyak yang berakal bulus. Oleh sebab itu, kita mesti lebih waspada dalam berinvestasi, kalau bisa bertanya pada badan yang resmi.

Written by Arief Dian

Seng penting yakin.....

5 Fakta BTS Meal McD, Bikin Macet sampai Gerai Ditutup karena Bikin Kerumunan

Anak Penjual Abu Gosok Ini Lulus Al-Azhar Mesir, Terkendala Biaya dan Belum Bisa Daftar Ulang