Arab Saudi tak henti-hentinya melakukan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Seperti wacana baru-baru ini, negeri kaya minyak itu tengah menggarap sebuah proyek besar berupa hotel megah bernama Abraj Kudai. Bukan sekedar tempat menginap, bangunan satu ini digadang-gadang bakal menjadi hotel terbesar di dunia.

Rencanannya, Abraj Kudai akan memiliki 10.000 kamar, 70 restoran dan 4 helipad untuk mendaratkan helikopter. Alhasil, kelak jika telah selesai dibangun keberadaannya akan berhasil menggeser 2 hotel terbesar yang berada di Malaysia dan Las Vegas. Dengan desain bangunan menyerupai istana, inilah sosok hotel Abraj Kudai yang fenomenal.

Hotel terbesar yang akan dilengkapi fasilitas kelas atas

Ilustrasi desain hotel Abraj Kudai [sumber gambar]
Sebagai hotel terbesar, fasilitas adalah hal utama yang bakal ditonjolkan untuk memanjakan para tamu. Memiliki 45 lantai yang menjulang ke langit di atas padang pasir Mekkah, Abraj Kudai dilengkapi ruangan berukuran besar dengan fasilitas standar bintang 4 dan 5, pusat perbelanjaan, Spa, dan Gym. Selain itu, ada pula tempat parkir mobil besar untuk menampung ribuan mobil, dan stasiun bus khusus.

Pengerjaan hotel Sempat tertunda karena dilanda krisis keuangan

Ilustrasi proses pembangunan hotel yang sempat terhenti karena krisis [sumber gambar]
Meski demikian, pembangunan hotel semegah Abraj Kudai bukannya tanpa kendala. Diketahui, hotel ini sejatinya pernah ditargetkan selesa pada 2017 lalu. Karena mengalami krisis keuangan dan beberapa masalah proyek, pengerjaan hotel pun tertunda. Alhasil, jadwal selesai diproyeksikan pada akhir 2019, atau paling lambat pada bulan-bulan awal 2020.

Dibangun di atas lahan bekas benteng bekas kekaisaran Ottoman Turki

Dibangun di atas lahan bekas benteng kekaisaran Ottoman Turki [sumber gambar]
Menggandeng arsitek Dar Al Handasah yang merupakan konglomerat konstruksi global, pembangunan kompleks mewah itu juga didanai oleh Departemen Keuangan Saudi. Abraj Kudai sendiri Terletak di distrik Manafia, lebih dari satu mil dari selatan Masjidil Haram. Sayang, di balik megahnya bangunan tersebut, Abraj Kudai berdiri di atas sebuah lahan yang dulu merupakan tempat berdirinya Benteng Ottoman Turki dan kini telah diruntuhkan.

Pembangunan hotel yang mendapat kritik dari organisasi peneliti cagar budaya Islam

Proses pembangunan hotel Abraj Kudai [sumber gambar]
Keberadaan proykek hotel Abraj Kudai juga tak lepas dari kritikan, karena seolah membuat wajah Arab Saudi telihat lebih komersial dibanding tempat untuk tujuan ibadah. “Kota ini (Mekkah) berubah seperti Manhattan. Semuanya telah tersapu untuk membuat jalan bagi gencarnya hotel mewah, yang menghancurkan kesucian tempat dan keluar dari patokan harga bagi peziarah yang normal,” kata Irfan Al-Alawi, Direktur Islamic Heritage Research Foundation di Inggris yang dikutip dari Properti Kompas.

Lokasi bersejarah lain yang hancur akibat pembangunan

Ilustrasi proyek pembangunan gedung pencakar langit di Arab Saudi [sumber gambar]
Tak hanya Benteng kerajaan Ottoman Turki yang hancur demi pembangunan hotel, beberapa situs bersejarah yang menjadi warisan Islam juga dilibas demi proyek. Dilansir dari Properti Kompas, Rumah Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, dihancurkan untuk membuat jalan bagi toilet umum. Selain itu, rumah sahabatnya, Abu Bakar, sekarang menjadi lahan bagi Hotel Hilton. Sementara rumah cucunya diratakan untuk membuat istana raja.

BACA JUGA: 5 Kebijakan Wisata Arab Saudi yang Mulai Longgar dan ‘Buka-bukaan’ Pada Wisatawan Asing

Tak hanya hotel Abraj Kudai, Arab Saudi saat ini bisa dibilang telah dikelilingi oleh bangunan-bangunan pencakar langit lainnya. Ya, negeri kaya minyak itu telah bersalin rupa dan berambisi menjadi wilayah metropolis seperti Dubai dan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?