Pemimpin penting Al-Qaeda, Osama bin Laden memang telah lama tiada. Namun perjuangannya belum padam setelah kemunculan Hamza bin Laden. Dilansir dari dunia.tempo.co, anak dari Osama bin Laden itu menjadi target berikutnya yang dicari oleh pemerintah AS. Tak heran jika negeri Paman Sam itu menyediakan imbalan yang tinggi untuk mendapatkan dirinya.

Selain menjadi cikal bakal pemimpin kelompok Al-Qaeda di masa depan, keberadaan Hamza juga dikhawatirkan oleh penduduk dunia lainnya. Hal ini cukup beralasan, mengingat sepak terjang grup yang dicap sebagai teroris global oleh AS dan sekutunya tersebut, mampu mengguncang keamanan dan aset-aset mereka di Timur Tengah muapun wilayah lainnya. Seperti apa sosok Hamza sebenarnya.

Digadang-gadang sebagai pemimpin Al-Qaeda di masa depan

Sebagai anak dari Osama bin Laden, pemimpin tertinggi Al-Qeda yang tewas diserbu pasukan elit AS, Hamza Diplot sebagai calon pemimpin masa depan untuk menggantikan posisi sang ayah. Laman dunia.tempo.co menuliskan, Ayman-al-Zawahiri untuk pertama kali memperkenalkan Hamza bin Laden melalui pesan audio tahun 2015. Saat itu, dirinya diperkenalkan dengan kaum muda Al-Qaeda lain untuk menggantikan para petinggi organisasi yang telah menua.

Kepalanya dihargai Rp 14 miliar oleh pemerintah AS

Menjadi buruan AS dan dihargai Rp 14 miliar [sumber gambar]
Buntut dari hal itu, pemerintah AS pun segera merespon dengan mengeluarkan sayembara yang dihargai dengan sejumlah uang. Dikutip dari standard.co.uk, Washington menyediakan hadiah sebesar 1 juta dollar AS (Rp 14 miliar) bagi siapa saja yang bisa menemukan keberadaan putra dari Osama bin Laden tersebut. AS berani menjanjikan imbalan uang yang besar karena khawatir akan sepak terjang Al-Qaeda di masa depan. Mengingat, negaranya pernah kecolongan pada kasus teror menara kembar WTC yang mengandung kontroversi.

Dicabut sebagai kewarganegaraan Arab Saudi setelah merilis video ancaman

Bersama sang ayah, Osama bin Laden saat dirinya masih kecil [sumber gambar]
Tak hanya AS yang merasa risau akan keberadaan Hamza, Arab Saudi yang merupakan sekutu dekatnya juga merasakan hal yang serupa. Dilansir dari dunia.tempo.co, putra sulung Osama tersebut mendesak rakyat Arab Saudi untuk bersatu melawan pemerintahnya dalam usaha membebaskan diri dari pengaruh Amerika Serikat. Alhasil, pemerintah Arab Saudi pun mencabut kewarganegaraan Hamza bin Laden sepertu yang diberitakan oleh Arab News. Dikhawatirkan, keberadaannya

Keberadannya masih menjadi misteri

Keberadaan Hamza yang masih simpang siur [sumber gambar]
Sebagai calon pemimpin Al-Qaeda di masa depan, keberadaan Hamzah juga sangat sulit dilacak. Menurut beberapa laporan yang dikutip dari dunia.tempo.co, Hamza disebut berada di Pakistan, Afghanistan, Suriah, dan Iran. Untuk mempersempit ruang gerak dari pemuda yang diestimasi berusia antara 30 hingga 33 tahun tersebut, Amerika menghimbau sekutunya dan lembaga-lembaga dunia untuk membekukan aset-aset dan memberlakukan larangan berkunjung dan embargo senjata.

BACA JUGA: Sisi Lain Osama bin Laden, Pentolan Taliban yang Ternyata Keluarga Milyuner Tajir di Arab Saudi

Sama seperti Osama bin Laden, keberadaan Hamza juga tak diketahui secara pasti. Hal ini seperti mengulang kejadian sebelumnya. Di mana Amerika Serikat dan pasukannya harus mencari keberadaan Osama selama bertahun-tahun lamanya. Yang jelas, Hamza bin Laden menjadi bukti bahwa kelompok Al-Qaeda tetap masih berjalan meski telah ditinggal oleh Osama bin Laden.