Perkara hijab dan busana yang syar’i ternyata tak hanya milik umat Islam saja. Agama yang berakar dari ajaran samawi lainnya seperti Yahudi ultra ortodoks misalnya, juga memiliki pakaian tertutup yang menjadi ciri khas komunitasnya. Dilansir dari Wahidfoundation.org, kelompok Yahudi Ortodoks melihat pemakaian Jilbab yang merek sebut sebagai frumka, sebagai “panggilan Ilahi” yang harus dipatuhi oleh semua pemeluk Yahudi.
Jika dilihat sekilas, frumka tak memiliki perbedaan dengan umat muslim yang juga mengenakan penutup bernama burqa. Alhasil, hal ini seakan menarik bagi mereka yang tidak mengetahui perihal pemakaian pakaian tertutup, yang dewasa ini kerap dipermasalahkan di beberapa negara. Tak hanya menjadi identitas kaum Yahudi ultra ortodoks, pemakaian frumka bagi mereka juga melambangkan kesopanan seorang wanita.
Aturan ketat frumka untuk kaum wanita Yahudi ultra ortodoks dari sekte Haredi
Bagi seorang penganut Yahudi ultra ortodoks, wanita adalah figur yang begitu dihormati dan seharusnya mendapat perlindungan. Karena itu, pemakaian frumka diwajibkan atas mereka. Menurut Lior Zaltzman dalam opininya yang dimuat oleh Forward mengatakan, Wanita-wanita ini menutupi diri mereka sendiri, nyaris tidak meninggalkan rumah mereka dan tidak berbicara dengan pria.
Frumka yang mirip dengan pakaian seorang muslimah
Berbeda dengan sekte Haredi yang menutup tubuhnya dari kepala hingga kaki dengan rapat, kaum Yahudi dari kelompok Lev Tahor masih memperlihatkan wajah mereka. Hanya saja dalam berbusana, mereka juga mengenakan frumka yang menutupi seluruh badannya. Bahkan mungkin jika disejajarkan dengan gadis muslimah yang memakai hijab, hampir tak ada perbedaan yang mendasar.
Menjadi salah satu upaya kaum Yahudi menegakkan kembali ajaran Talmud mereka
Penggunaan frumka bagi kaum wanita Yahudi yang mengenakannya, merupakan bentuk dari mereka untuk kembali ke ajaran agama yang sesungguhnya. Salah seorang tokoh Yahudi dari sekter Heredi, Rabbi Yitzchok Tuvia Weiss yang dikutip dari islami.co mengatakan, penggunaan tata busana ini dalam rangka untuk menegakkan “syariat Yahudi”.
BACA JUGA: Mengenal Kristen Ortodoks Syiria yang Sekilas Mempunyai Kemiripan dengan Umat Islam
Jika dibandingkan dengan kondisi para muslimah di Indonesia, pemakaian hijab dan semacamnya bisa dibilang telah bergeser dari esensi penggunaan pakaian itu sendiri. Lihat saja saat ini, kebanyakan dari hijab yang dikenakan terlihat modis dan dengan tampilan wah, yang justru mengundang perhatian dari lawan jenis. Berbeda dengan frumka di atas, terlihat hanya warna hitam dan tanpa dekorasi maupun corak tertentu. Coba kembali dan tanyakan pada diri sendiri, apa niat awalmu menggunakan hijab?