Pamor film Indonesia di negeri sendiri sudah mulai naik derajat. Semenjak film Dilan 1990 dan Warkop DKI Reborn tayang di bioskop, banyak orang Indonesia yang akhirnya tertarik untuk nonton film karya anak bangsa. Hal ini juga yang membuat Robby Ertanto Soediskam, sutradara kondang dalam lingkaran pertemanan Chicco Jerikho, Humble Glam, mempersembahkan karya untuk membuat masyarakat Indonesia sedikit “berfikir.”
Mengangkat isu sensitif di Indonesia ke dalam sebuah film tidaklah mudah, tetapi dengan mulai banyak anak muda yang berpikiran terbuka, sutradara film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini berani mengambil langkah. Ave Maryam adalah film besutan Robby Ertanto Soediskam yang segera tayang di bioskop. Agar tak kagok-kagok banget ketika nonton nanti, simak 4 fakta seputar film Ave Maryam di bawah ini, yuk!
Mengangkat isu yang sensitif dan jarang ada dalam film Indonesia di bioskop
Jika disuruh menyebutkan, banyak sekali film Indonesia berkualitas tapi dilarang tayang di bioskop. Mulai dari dibilang mengangkat isu yang terlalu sensitif hingga dirasa akan memecah belah Indonesia. Film Senyap atau Siti misalnya. Meskipun begitu, mereka malah menyabet banyak penghargaan di luar negeri. Film Istirahatlah Kata-kata masih untung, boleh tayang tapi tak sampai seminggu sudah “diutus” gulung layar. Film Ave Maryam sendiri menceritakan tentang seorang biarawati yang lahir dari keluarga muslim.

Ave Maryam bukan judul pertama
Mulai syuting sejak tahun 2016, dikutip dari akun instagram pribadi Robby Ertanto (@ertantorobbysoediskam), film yang dibintangi oleh Maudy Koesnaedi, Chicco Jerikho, Tutie Kirana, dan Olga Lydia ini awalnya bukan berjudul Ave Maryam. Pada proses pembuatan film, ada kemungkinan bahwa Robby hanya ingin memasukkan film ini pada festival saja, sehingga terpilihlah judul Salt is Leaving The Sea.

Sutradara merangkap penulis naskah
Bukan sutradara mainstream seperti Hanung Bramantyo membuat banyak Sahabat Boombastis belum tahu mengenai sosok Robby Ertanto Soediskam. Ia merupakan sutradara indie yang karyanya sudah melanglang buana di luar negeri. Filmnya yang diapresiasi oleh penggiat sinema di Indonesia di antaranya adalah 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita dan Dilema.

Masuk official selection di festival film luar negeri
Melihat trailer pertama yang dirilis beberapa hari lalu, film Ave Maryam menyebutkan beberapa festival yang telah resmi menayangkannya. Mulai dari Cape Town International Film Market & Festival (CTIFM&F) di Amerika Serikat, Hanoi International Film Festival (HANIFF) di Vietnam, dan Hong Kong Asian Film Festival. Kan enggak lucu kalau masyarakat luar negeri sudah nonton filmnya sementara di negeri sendiri tak bisa tayang?
Meskipun begitu, adanya trailer dari kanal resmi film Ave Maryam ini sudah merupakan angin segar bagi para pecinta film Indonesia. Negeri ini bakal memiliki film keren selain ? (Tanda Tanya), Fiksi, dan juga The Photograph. Sudah cukup lah, ya, beberapa bulan terakhir kita dicekoki dengan film menggemaskan seperti Dilan 1990 atau Teman Tapi Menikah.
Ada yang sudah enggak sabar nonton Ave Maryam di bioskop? Dilihat dari trailer-nya, yang pasti kalian bakal melihat sisi lain Maudy Koesnaedi yang selama ini telah lekat dengan image Zaenab-nya. Selain itu, peran Chicco Jerikho juga sangat intens, sehingga bakal bikin kita terkagum-kagum, deh. Ada satu spoiler yang terlewat, Joko Anwar bakalan main juga sebagai Romo!