teori evolusi
Evolusi adalah perubahan panjang yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Salah satu contoh yang kerap diberikan adalah panjangnya leher jerapah akibat nenek moyangnya bertahan hidup dengan memakan daun dengan batang pohon yang tinggi. Lambat laun mereka berevolusi dan menjadikan keturunannya hidup dengan baik.
Namun, banyak hal terkait evolusi yang masih salah kaprah. Parahnya, hal yang salah itu justru dipercaya banyak sekali orangnya. Akhirnya mana yang merupakan fakta dan mana yang rekaan susah untuk diluruskan. Namun tenang, 7 fakta salah atau rekaan itu akan anda baca di bawah ini. Dengan begitu anda tidak akan pernah salah lagi.
Sebuah teori mengatakan jika seekor kera akan tetap berperilaku seperti kera. Lalu manusia akan berlaku seperti manusia. Hal ini terjadi karena evolusi panjang yang terjadi membuat mereka jadi individu dengan kelakuan yang tak bisa diubah.
Darwin adalah orang pertama yang mengemukakan teori evolusi. Namun lambat laun teorinya banyak kesalahan hingga mulai ditinggalkan. Namun dalam beberapa hal teori ini masih bisa digunakan. Jadi tak semua orang atau ilmuwan menolak mentah-mentah apa yang dikatakan olehnya.
Banyak orang meyakini jika sesuatu yang hebat bisa diamati dengan baik dan berhubungan ilmu pengetahuan bisa dinamakan sains. Sedangkan evolusi yang berjalan hingga jutaan tahun tak bisa dianggap sebagai sains. Bagaimana mengamati kejadian yang berlangsung hingga waktu yang sangat panjang.
Sains adalah sebuah dunia di mana setiap hari segala hal bisa berubah dengan drastis. Semua teori yang telah diajukan bisa saja gugur atau mengalami banyak sekali modifikasi. Hal ini sangatlah wajar dan bukan merupakan kesalahan. Semua ilmuwan menemukan sesuatu selalu didasarkan pada dugaan. Lalu mereka melakukan percobaan hingga menghasilkan suatu teori yang dianggap valid.
Evolusi memang menyebabkan suatu organisme berubah drastis. Namun dalam jangka waktu yang panjang itu pasti ada organisme transisi. Misal jerapah leher pendek ke jerapah leher panjang. Pasti di tengah-tengah ada jerapah leher agak panjang yang menjadi jembatan ke organisme paling baru.
Bukan alam yang memberikan semua hal kepada organisme saat terjadi seleksi atau evolusi. Namun organisme lah yang mampu melakukan adaptasi dengan baik secara perlahan-lahan. Alam tidak memiliki pikiran atau bahkan kecerdasan dalam memberikan semua hal yang organisme butuhkan untuk hidup.
Evolusi tak membuat semua organisme menjadi baik dari nenek moyangnya. Ada beberapa yang bahkan menjadi lebih lemah. Misal hiu, nenek moyang hiu adalah raja lautan dengan tubuh yang super besar. Saat ini mungkin hiu adalah raja lautan tapi tubuhnya menjadi kecil dan masih kalah dengan paus yang sangat besar itu.
Demikianlah tujuh fakta tentang teori evolusi yang masih banyak dipercaya orang. Semoga setelah membaca ini anda akan tahu jika sebuah teori akan selalu berkembang. Bahkan teori yang saat ini benar-benar hebat, di masa depan akan bisa diruntuhkan dan terus diperbaiki.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…