Belakangan sosok dokter Tirta menjadi perhatian saat dirinya tampil dalam acara podcast Deddy Corbuzier yang bertajuk “DOKTER TIRTA GAK NGEGAS GAK LOE DENGER! ( Yuk Lawan Corona!)”. Pada acara tersebut, dirinya bercerita mulai dari sosoknya sebagai seorang dokter, pengusaha, hingga membahas fenomena soal virus corona.

Pria yang dikenal dengan penampilan nyentriknya tersebut, dikenal luas sebagai sosok dokter muda yang juga menekuni profesi sebagai pengusaha. Saat virus corona menyebar luas, dirinya juga ikut terjun ke masyarakat dan turut mengedukasi soal virus corona. Siapa sangka, jika sukses ini juga sempat kumpul dengan anak punk dan berjualan gorengan.

Jualan gorengan hingga berbisnis cuci sepatu

Saat masih menempuh kuliah kedokteran di Universitas Gadjah Mada (UGM), dokter Tirta diketahui pernah berjualan gorengan. Saat itu, dirinya memanfaatkan kebutuhan mahasiswa karena jarak kantin sangat jauh dengan membeli dari orang lain, dan kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi dari aslinya. Tak hanya gorengan, dokter Tirta juga merambah bisnis cuci sepatu.

Sukses meraih gelar sarjana kedokteran

Sukses di bidang pendidikan hingga menjadi pengusaha cuci sepatu [sumber gambar]
Pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini akhirnya lulus pada 2013 dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan disumpah menjadi dokter pada 2015. Masih tak lepas dari kegiatan bisnis, dokter Tirta juga merambah usaha bisnis sepatu hingga akhirnya berhasil membuka cabangnya hingga 47 buah. Jadilah dokter Tirta menjadi sosok dokter sekaligus pengusaha.

Berdayakan mereka yang berasal dari kelompok marjinal

Selama menekuni usaha, dokter Tirta tak lupa dengan kaum marjinal yang nasibnya kurang beruntung. Mereka direkrut oleh dirinya untuk bekerja dan menjadi karyawan di usahanya. Mulai dari mantan narapidana, anak jalanan, hingga mereka yang menjadi kaum punk di jalanan. “Anak buah ku kan enam puluh persen rata-rata, pegawai ‘Shoes and Care’ saat itu dari 100, napi, anak putus sekolah, anak jalanan, anak punk, dan kaum marjinal,” ungkap dokter Tirta yang dikutip dari Merdeka.com (22/03/2020).

Turun ke jalan menjadi relawan untuk cegah virus corona

Saat virus corona merebak, dokter Tirta tak ketinggalan untuk bergerak dan mengabdikan dirinya kepada masyarakat guna mencegah wabah tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, terlihat pria kelahiran Surakarta, 30 Juli 1991 itu tengah membersihkan sarana publik dengan memakai pakaian safety dan penyemprot cairan. Done for today 10 busway 22 angkot, tulis dokter Tirta di akun Instagram miliknya.

Diundang BNPB untuk mengedukasi masyarakat soal virus corona

Dokter Tirta saat membagikan hand sanitizer pada masyarakat [sumber gambar]
Berkat kiprahnya di ranah bisnis hingga sosial, dokter Tirta dianggap menjadi sosok yang ideal untuk mengedukasi masyarakat soal virus corona. Ia pun dijadikan dipanggil Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan membahas soal penanganan Covid-19 di Indonesia.

BACA JUGA: Perjuangan Tenaga Medis Indonesia untuk Atasi Virus Corona, Ada yang Harus Bertaruh Nyawa

Dalam acara Closes The Door dengan Deddy Corbuzier, dokter Tirta banyak membicarakan soal virus corona dari berbagai sisi. Pun dirinya sebagai seorang yang memiliki latar belakang kedokteran, dokter Tirta juga diketahui telah menyumbang uang sebesar Rp200 juta dari kantong pribadinya sendiri. Wah, salut ya Sahabat Boombastis.