Teror bom yang tak berperikemanusiaan, telah merenggut banyak korban di Indonesia. Salah satunya adalah ledakan yang terjadi pada tiga buah gereja di Surabaya, Jawa Timur. Yang miris, peristiwa tersebut dilakukan oleh sebuah anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak mereka. Alhasil, aksi mereka pun menuai cacian sekaligus keprihatinan dari masyarakat.
Dari kejadian di atas, bisa dibilang inilah efek dari jahatnya doktrin buta tentang radikalisme yang ditelan bulat-bulat. Sebuah keluarga yang terlihat cukup mapan dan bahagia, ternyata harus menjadi korban kesia-siaan dari pemahaman sesat yang dipaksakan. Seperti apa latar belakang dan sepak terjang Dita Oepriarto yang menjadi pelaku bom bunuh diri? Simak ulasan berikut.
Seorang kepala keluarga yang juga menjadi ketua JAD
Kedua organisasi ini memiliki kesamaan ideologi yang berkiblat pada ISIS di Timur Tengah. Karena faham sesat yang dianut, para anggotanya tak segan membunuh dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meledakan bom.
Libatkan istri dan anak saat meledakkan diri
Sosok berduit yang tertutup dengan tetangga
Padahal, keluarga Dita sangat mapan dalam urusan ekonomi. Bahkan, tempat tinggalnya di Kompleks Perumahan Jalan Wonorejo Asri XI, Kecamatan Rungkut, merupakan perumahan elit yang harga tiap unitnya Rp 1 miliar. Tajir tapi keblinger nih Sahabat Boombastis.
Mempunyai hubungan dengan Amman Abdurahman
Amman Abdurahman sendiri merupakan pemimpin tertinggi dari Jamaah Ansharut Daulah yang juga menjadi atasan bagi Dita. Demi kesuksesan misi dari pemahaman yang salah, sang bomber pun harus tewas sia-sia bersama istri dan keempat anaknya.
Alumni ISIS Suriah yang kembali ke tanah air
Pengetahuan dan pengalamannya itulah yang digunakan olehnya setiba di tanah air untuk membuka medan jihad baru dengan mengebom tiga buah gereja sekaligus. Miris ya Saboom.
Apapun alasan yang ada, tindakan terorisme berupa bom bunuh diri, sangat dilarang dan merugikan bagi masyarakat. Tak hanya rakyat yang menjadi korban, tapi juga pelaku sendiri yang telah tercuci otaknya dengan paham radikal sesat. Gimana menurutmu Saboom?