Entah kenapa, praktik pinjaman di kalangan masyarakat yang identik dengan rentenir tersebut masih menjadi sebuah fenomena yang seolah tak lekang di makan zaman. Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah sekitaran Jawa Barat, muncul istilah bernama Bank Emok yang menjadi modus baru bagi para rentenir untuk menjalankan aksinya.
Layaknya para rentenir yang sudah-sudah, mereka menjalankan praktiknya meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi. Nama Emok sendiri dipilih karena ada korelasinya dengan target mereka, yakni para ibu rumah tangga yang tengah membutuhkan dana. Seperti apa sepak terjangnya?
Nama Emok yang mempunyai hubungan dengan sasaran yang jadi konsumen pinjaman
Penggunaan nama Emok sendiri ternyata memiliki kaitan yang erat dengan pangsa pasar yang dituju. Berasal dari bahasa sunda, Emok adalah cara duduk lesehan ala perempuan dengan cara bersimpuh sembari menyilangkan kaki ke belakang. Jelas, sasaran pinjaman mereka adalah kaum wanita, di mana saat proses transaksi dilakukan sembari duduk lesehan.
Praktik pinjaman dana yang memiliki syarat sangat mudah
Tidak meminjamkan dana untuk perorangan atau individu
Tetapkan bunga besar dalam setiap jumlah yang dipinjam
Salah seorang korban bank Emok yang histeris saat ditagih
Keberadaan Bank Emok sendiri menjadi sorotan, setelah beredar sebuah video seorang wanita yang tengah histeris karena diduga terjerat pinjaman. Dalam tayangan yang diunggah oleh CNN Indonesia tersebut, tampak seorang ibu yang menjerit soal kewajibannya membayar hutang.
BACA JUGA: Tak Hanya Merugikan, Hutang di Aplikasi Pinjaman Online juga Bisa Tercatat di E-KTP
Soal hutang piutang memang kerap menjadi masalah tersendiri di tengah-tengah masyarakat. Seperti keberadaan Bank Emok di atas, praktik yang dijalankan sejatinya tak ubahnya seperti rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tertentu. Hanya saja, pinjaman bukan ditujukan pada individu melainkan kelompok.