Jika boleh dikatakan, bambu runcing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perang kemerdekaan. Bagaimana tidak, nyatanya senjata tradisional ini adalah senjata yang benar digunakan oleh pejuang kemerdekaan untuk melawan penjajah. Di tengah serangan-serangan penjajah yang menggunakan senjata modern, senjata yang terbuat dari bambu ini menjadi salah satu senjata yang realistis yang bisa diharapkan saat itu. Selain mudah dibuat, penggunaannya pun juga mudah.
Sebagai senjata khas Indonesia, tahukah kamu jika bambu runcing itu tenyata memiliki beberapa fakta yang menarik untuk kita kupas? Oleh karenanya, berikut akan kami kupas 5 fakta bambu runcing, senjata yang lekat dengan perang kemerdekaan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Bambu Runcing merupakan senjata tradisional yang akan selalu dikenang oleh Bangsa Indonesia. Senjata ini merupakan senjata sederhana yang terbuat dari sebatang bambu dengan dilancipkan ujung atasnya. Meskipun sederhana, nyatanya senjata ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.
Bambu runcing sebenarnya bukanlah senjata mematikan seperti senjata api yang bila ditembakkan akan langsung mematikan musuh ataupun bisa langsung diobati. Meski demikian, pasukan Belanda ternyata menyimpan ketakutan tersendiri bilamana harus berhadapan dengan pasukan bersenjata bambu runcing ini.
Di zaman pendudukan Jepang, bambu runcing dikembangkan sebagai senjata untuk menghadang payung musuh yang terjun dari udara. Saat itu senjata ini dikenal dengan sebutan takeyari. Laki-laki dan perempuan pribumi dilatih langsung oleh tentara Jepang untuk menggunakan takeyari ini yang memiliki ciri dibarengi dengan pekikan suara keras dan teriakan kemarahan. Pelatihan ini semakin intens dilakukan terutama saat Jepang kian terdesak oleh tentara sekutu.
Meski merupakan senjata tradisional, bambu runcing memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh senjata modern lainnya. Bambu runcing merupakan senjata yang dibuat dari sebatang bambu sehingga tidak bisa dideteksi oleh metal detector. Tentu saja ini sangat menguntungkan bagi pergerakan pasukan yang akan mendekati lawan. Dengan sifat bahannya yang ringan dan mudah disembunyikan, bambu runcing semakin sempurna bilamana digunaka menghadapi musuh.
Untuk mengingat perjuangan kemerdekaan Indonesia, tak sedikit pemerintah kota yang turut membangun monumen bambu runcing di sudut-sudut kotanya. Di Surabaya, sebagai Kota Pahlawan, berdiri kokoh Monumen Bambu Runcing yang ada di Jalan Panglima Sudirman. Bagi arek Suroboyo, bambu runcing adalah simbol patrotisme untuk menegakkan kedaulatan bangsa di zaman penjajahan.
Baca Juga: 4 Pidato Bung Karno Yang Membangkitkan Rasa Nasionalisme
Nah, itulah tadi 5 fakta bambu runcing, senjata yang lekat dengan kemerdekaan Indonesia. Meski di era modern seperti saat ini bambu runcing bukan lagi menjadi pilihan, tentu kita tetap bisa mengingat bahwa senjata ini pernah mampu mengusir penjajah dari Indonesia. Oleh karenanya, bisa jadi dengan segudang sejarah masa lalu senjata bambu runcing ini akan berguna di masa depan Indonesia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…