in

Dikenal Lewat Kungfu Soccer, Begini Perjalanan Karir Stephen Chow yang Penuh Perjuangan

Film mandarin macam Kungfu Soccer dan Kungfu Hustle yang menggabungkan antara seni beladiri dan unsur komedi, mungkin menjadi salah satu tontonan akrab bagi mereka yang tumbuh besar di era 2000an. Nama Stephen Chow pun pun melekat di benak penonton karena menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Dikenal sebagai artis mandarin yang sukses, siapa sangka jika perjalanannya di industri hiburan tak semudah yang dibayangkan.

Lahir di Hongkong pada ada tanggal 22 Juni 1962 dengan nama Chow Sing-Chi, ia harus menjalani kehidupan yang getir semasa kecil. Dikutip dari laman Dream.co.id, dibesarkan oleh sang ibu dan neneknya lewat program asuh dari pemerintah setelah kedua orang tuanya bercerai. Hobinya menonton film laga semasa kecil, kelak menuntun dirinya yang menjadi aktor besar yang memang menjadi cita-citanya.

Berjuang keras hingga menapaki sukses di kancah perfilman

Karena bermimpi menjadi aktor laga seperti idolanya, Chow lantas menekuni seni beladiri wing chun yang merupakan salah satu cabang ilmu kungfu Cina. Sayang, ia tak pernah meraih gelar master saat menekuninya. Karir pertamanya dimulai sebagai aktor sementara pada awal 1980-an di TVB, di mana pada saat itu dirinya lulus dari kelas seni peran pada 1982. Dikutip dari dream.co.id, film Final Justice (1988) menjadi awal yang bagus bagi karir Chow di industri film. Saat itu, mengantongi Golden Horse Award untuk Aktor Pembantu Terbaik.

Berjuang keras mengawali karirnya di industri hiburan [sumber gambar]
Beranjak di tahun 1990, ia kembali menjadi masuk nominasi aktor terbaik Hong Kong pada 1990 untuk film “ All for the Winner” dan “ Fight Back to School” pada 1991. Berturut-turut, Chow banyak meraup penghargaan nominasi aktor terbaik Golden Horse Award untuk film “ Justice, My Foot!” (1992), aktor terbaik pada Hong Kong Film Awaess untuk film “ Beijing with Love” (1994), dan an “A Chinese Odyssey Part Two: Cinderella” (1995).

Sempat dituding mafia dan film-filmnya dibajak

Sukses berkarir sebagai aktor, membuat Chow tertarik untuk mengembangkan bakatnya di balik layar sebagai sutradara. Ia pun sukses menelurkan karyanya yang berjudul Shaolin Soccer yang rilis di Hongkong pada 2001 silam. Sayang, dari film inilah cobaan berat mulai menimpa dirinya. Meski film Shaolin Soccer sukses merambah Hollywood, pihak Miramax Studio memutuskan kontrak dengan dirinya karena pembajakan.

Menjadi aktor utama dalam film Shaolin Soccer besutannya [sumber gambar]
Tak hanya soal pembajakan, Chow bahkan dilarang tinggal di Kanada karena tuduhan terkait dengan The Triad, geng mafia Hong Kong. Padahal, dirinya ingin ke sana agar bisa mengembangkan karir dan menghasilkan film yang berkualitas. Tak patah arang dengan cobaan yang ada, lantas memutuskan untuk membuat film berjudul Kungfu Hustle (2004), dengan menggandeng Sony Picture Classic untuk bekerjasama.

Sukses menghasilkan film-film berkualitas yang membuatnya kaya raya

Tak disangka, film Kungfu Hustle yang bercerita tentang seorang pemuda yang ingin menjadi anggota gangster ternyata sukses besar. Dengan anggaran sebesar US$ 20 juta (Rp 278 miliar), film tersebut mengantongi pendapatan hingga US$ 102 juta (Rp 1.421 triliun). Bahkan, Chow sendiri mengantongi pendapatan US$ 15 juta (Rp 209.017 miliar) pada 2005.

Menangguk sukses berkat film Kungfu Hustle [sumber gambar]
Berkat film tersebut, Chow kini dikenal sebagai seniman yang serba bisa. Baik sebagai aktor maupun sutradara film yang terkadang ia sendiri diplot menjadi tokoh utama. Sukses Chow berlanjut pada film CJ7 (2018) yang ia bintangi sekaligus sutradaranya, juga ada Dragonball Evolution (2009), di mana Chow kali ini bertindak sebagai produser. Tak salah bila pers Hongkong menjulukinya sebagai “Raja Komedi” karena cerita filmnya yang mengkombinasikan kungfu dengan lelucon.

BACA JUGA: Cynthia Rothrock, Aktris Laga Asal AS yang Sempat Hiasi Layar Lebar Indonesia era 90-an

Di balik film-filmnya yang unik dan menghibur, sosok Stephen Chow menjadi figur yang unik lantaran ikut terlibat pula sebagai aktor dalam sinema besutannya. Tak hanya sebagai sutradara di balik layar, tapi juga ikut bermain sebagai tokoh utama. Tingkah kocak ditambah dengan jalan cerita dan aksi kungfu yang memukau, film-filmnya sukses membuat mereka yang tumbuh besar di era 90an dan 2000an betah di depan TV.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Ini 4 Alasan Mengapa Para Selebriti Rentan Sekali Memakai Narkoba

Kisah Bocah yang Tak Bisa Terkena Sinar Matahari Sehingga Kulitnya Melepuh dan Terbakar