Beberapa waktu lalu, dunia dihebohkan dengan peristiwa penemuan 39 mayat di dalam sebuah kontainer truk. Mirisnya lagi, tubuh-tubuh kaku itu ditemukan dalam kondisi telah membeku. Alhasil, kejadian yang berlokasi di Essex, provinsi di Inggris, atau sekitar 32 kilometer dari London itu banyak menyita perhatian.

Di antara tumpukan tubuh yang telah kaku itu, salah satunya bahkan masih berusia remaja. Dilansir dari kumparan.com, kepolisian setempat bahkan sempat salah menduga karena tidak mengetahui identitas dan penyebab kematian mereka. seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut.

Penemuan 39 mayat yang bikin masyarakat dunia gempar

Petugas kepolisian saat memeriksa isi truk [sumber gambar]
Penemuan 39 mayat yang telah membeku itu sangat menggemparkan dunia. Reuters melaporkan, kontainer tersebut didatangkan dengan kapal feri dari pelabuhan Zeebrugge, Belgia, dan tiba di Dermaga Purfleet, Essex, pukul 00.30 waktu setempat. Parahnya lagi, truk tersebut kemudian ditinggalkan begitu saja hingga keberadaan 39 mayat itu terungkap ke publik.

Para korban sempat diduga berasal dari Cina

Sejumlah bunga di Waterglade Industrial Park di Grays, Essex, setelah kasus tersebut mencuat [sumber gambar]
ke-39 mayat yang terdiri dari 31 pria dan delapan perempuan itu, sempat diduga oleh kepolisian setempat berkewarganegaraan Cina. Meski demikian, Kementrian Luar Negeri Cina membantah bahwa korban merupakan warganya. Selain itu, mereka juga mengaku belum menerima konfirmasi resmi. Meski demikian, petunjuk mulai terkuak dan karena sejumlah korban disinyalir ada yang berasal dar Vietnam.

Mereka yang bertaruh nyawa untuk bisa ke negeri seberang

Sosok Pham Thi Tra My yang ikut menjadi korban di dalam kontainer [sumber gambar]
Para korban yang diduga berasal dari Vietnam tersebut, diperkuat oleh pesan teks SMS yang dikirim seorang korban kepada sang ibu di detik-detik kematiannya. “Maaf, Bu. Jalan saya ke luar negeri tidak berhasil. Bu, aku sangat mencintaimu! Aku sekarat karena aku tidak bisa bernapas,” tulis Pham Thi Tra My yang dikutip dari kumparan.com. Wanita berusia 26 tahun itu, meninggalkan Vietnam pada 3 Oktober dalam perjalanan ke Inggris.

Suhu dingin dalam kontainer diduga menjadi penyebab kematian

Kondisi kontainer tempat ditemukannya ke-39 mayat [sumber gambar]
Seperti yang dikutip dari Guardian, truk tersebut merupakan jenis kendaraan yang dilengkapi dengan kontainer berpendingin yang mampu diset hingga minus 25 derajat celcius. Bisa dibayangkan, betapa dinginnya keadaan di dalam. Hal ini kemudian memunculkan dugaan bahwa ke-39 korban tersebut meninggal dunia akibat suhu udara yang dingin.

Peristiwa yang dipandang sebagai kasus perdagangan manusia

Peristiwa miris yang dianggap sebagai kasus perdagangan manusia [sumber gambar]
Karena dinilai ada yang tidak beres oleh pihak kepolisian, peristiwa penemuan 39 mayat ini kemudian diduga merupakan tindak kejahatan berupa kasus perdagangan manusia (human trafficking). Karena korbannya ditemukan di Inggris, dugaan ini semakin menguat karena negeri Ratu Elizabeth itu memang kerap dijadikan sebagai sasaran potensial yang mudah bagi para pedagang manusia.

BACA JUGA: 10 Negara dengan Angka Perdagangan Manusia Tertinggi

Penemuan ke-39 mayat di dalam kontainer di atas memang menjad sebuah ironi. Niat ingin mengubah nasib hingga merantau jauh ke negeri seberang, apa daya mereka harus meregang nyawa dengan kondisi sangat memprihatinkan. Melihat banyaknya korban dalam satu waktu, jelas peristiwa ini termasuk kasus kematian yang disorot banyak orang.