Sebagai warga negara Indonesia dan khususnya pemain sepak bola, tidak bisa memperkuat Timnas pastinya hal yang menyedihkan. Apalagi sebenarnya pesepakbola yang bersangkutan terpilih masuk untuk mengenakan lambang Garuda di dada, pastinya hal yang mengenaskan. Penggambaran yang kemungkinan besar kini dirasakan seorang Ezra Walian. Pesepakbola berdarah Belanda yang memilih Merah Putih untuk dibela tapi pada akhirnya gagal memperkuat Timnas di Asian Games 2018.

Tidak bisa bergabungnya sang pemain 22 tahun, tersebut lantaran sebuah klub bernama RKC Waalwijk. Kesebelasan terbilang baru untuk pemain yang berpoisi penyerang tersebut. Pasalnya sejak terhitung musim ini, Ezra telah resmi dipinjamkan oleh klub lamanya Almare City ke tim tersebut. Kepindahan yang bisa dibilang memberikan dampak baik dan ‘buruk’ untuk kariernya di jagad sepak bola. Hal ini lantaran klub yang sudah berusia 77 tahun itu tidak memberikan izin untuk bergabung dengan Timnas. Namun disisi lainya menjanjikan memberikan garansi tempat inti. Hal yang tidak didapatkannya kala membela Almare City musim lalu.

Aksi Ezra Walian di Eropa [Sumber Gambar]
Melihat usia Ezra yang muda dan masih banyak event internasional untuk Timnas. Keputusan tersebut dirasakan sangat tepat. Hal ini lantaran semakin ia berkembang di Eropa akan memberikan dampak besar untuk Tim Merah Putih. Toh saat ini juga stok pemain hebat di tubuh Garuda juga melimpah. Jadi tidak ada masalah apabila Ezra Walian tak bisa bergabung. Namun dibalik hal tersebut pemuda pernah menimba ilmu di klub Ajax ini juga ungkapan kesedihannya. Lewat surat terbuka tertulis dilaman Goal.com, dirinya mencurahkan apa yang dirasakan sekarang.

“Saya sangat meminta maaf kepada Indonesia, saya sangat sedih. Namun masa depan saya masih sangat panjang dan saya berjanji akan terus menempa diri hingga nantinya bisa terus membela Indonesia hingga 10-15 tahun ke depan.”

Ezra Walian dengan Bendera Indonesia [Sumber Gambar]
Selain hal tersebut dirinya juga mengucapkan terima kasih untuk pelatih Luis Milla yang mempercayainya. Dan mendukung semua pasukan Garuda Muda untuk bisa menciptakan sebuah sejarah baru untuk Indonesia. Bahkan Ezra juga berujar akan menjadi pendukung Timnas nomor satu. Usut punya usut keputusan yang dibuat RKC Waalwijk, dikarenakan agar adaptasi pemain 22 tahun tersebut dapat optimal. Pasalnya, ia juga sudah meninggalkan banyak latihan pramusim bersama tim. Hal yang penting, lantaran kompetisi akan digelar 17 Agustus 2018 nanti.

Ezra memperkuat Timnas [Sumber Gambar]
Hal ini semacam ini juga dapat menjadi pelajaran untuk kita semua. Agar selalu sabar dalam menunggu perkembangan pesepakbola Indonesia di luar negeri untuk terbentuk jadi hebat. Hanya dengan hal tersebutlah pemain-pemain itu mampu memberikan sumbangsih atau bahkan perubahan untuk Timnas.