demo buruh
Beberapa hari terakhir, banyak sekali terjadi aksi mogok buruh yang menuntut kenaikan upah mereka. Akhirnya mereka melakukan aksi solidaritas untuk menolak upah kecil dan kenaikan UMK yang sesuai menurut mereka. Para buruh menganggap jika upah yang mereka dapat tak sebanding dengan pekerjaan dan juga gaya hidup yang mereka alami.
Beberapa minggu lalu, Gubernur Jawa Timur telah menetapkan UMK baru untuk tahun 2016. Kenaikannya sangat besar hingga beberapa perusahaan merasa keberatan. Well, jika UMK naik maka buruh senang. Namun dibalik itu semua ada efek buruk bisa menjadi bumerang bagi semua orang. Berikut efek buruk yang akan terjadi jika UMK naik terus setiap tahun.
Saat UMK naik secara otomatis perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk karyawan. Untuk mengatasi selisih biaya yang dikeluarkan, mau tidak mau perusahaan akan menaikkan harga barangnya. Jika harga barang tetap, maka perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Tidak bisa dihindari lagi, jika naiknya UMK berdampak banyaknya karyawan yang di PHK. Perusahaan tentu akan melakukan efisiensi biaya hingga dengan sangat terpaksa karyawan di rumahkan kembali. Jika hal ini tidak dilakukan maka perusahaan bisa mengalami pailit.
Perusahaan besar mungkin cukup mengurangi jumlah pekerjanya untuk melakukan efisiensi. Lalu bagaimana dengan perusahaan yang tak begitu besar. Jika mereka melakukan efisiensi dengan pemecatan maka perusahaan tak dapat berjalan dengan baik. Namun jika tetap menjalankan perusahaan dengan jumlah pekerja yang sama, maka perusahaan terancam bangkrut.
Di beberapa daerah upah buruh nominalnya sangat besar. Bahkan lebih besar dari gaji orang yang bekerja di kantoran. Akhirnya banyak orang mencibir: “yang S1 saja gaji 2 juta sudah bersyukur, ini buruh kok enggak puas digaji besar.” Lalu ada yang sampai berpikir seperti ini: “Jika tahu buruh gajinya besar mending dulu enggak usah kuliah saja.”
Kita tidak perlu menampiknya jika tingkat konsumerisme di Indonesia sangat besar. Jika UMK naik maka konsumerisme ini akan jauh lebih tinggi. Akan banyak sekali pekerja yang membeli barang-barang mewah seperti motor, hingga ponsel canggih.
Lima efek di atas hanya yang nampak. Selain itu sebenarnya masih banyak sekali efek buruk dari kenaikan UMK. Untuk mengatasi hal ini lebih baik ada koordinasi antara buruh dan perusahaan. Jangan sampai lima hal di atas terjadi. Karena buruh lah yang justru mendapatkan banyak dampak dari kenaikan UMK yang berkesinambungan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…