5. Melumpuhkan mayat
Sudah bisa dipastikan, mayat yang dijadikan bahan percobaan para dokter ahli bedah era 1900an ini berujung dengan kondisi yang mengerikan. Tubuh mereka tidak hanya disayat dengan pisau dan alat operasi, akan tetapi beberapa di antaranya hancur setelah proses pembedahan.

She lived for others but died for us. “Dia (mayat) hidup untuk orang lain dan mati untuk kita (ahli bedah)” tulis pada meja tempat mayat dijadikan bahan percobaan. Di foto tersebut terlihat sangat jelas kondisi tubuh mayat yang sudah hancur.
Demikian potret mengerikan praktik pembedahan para dokter ahli bedah di tahun 1900 an.