Keberhasilan mengelola Badan usaha milik desa atau BUMDes membuat Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, menjadi sorotan. Selain mampu memaksimalkan aset yang dimiliki, wilayah tersebut juga menjadi ‘Desa Miliarder’ pertama yang ada di Indonesia.

Hal ini tak lepas dari kerja keras Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk bersama anggota BPD, perwakilan RT/RW, PKK dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang mampu memajukan desa dari ketertinggalan. Miliaran rupiah pun berhasil dicapai dan mampu bergerak mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah.

Desa tertinggal yang berubah lewat inovasi dan kreativitas

Kades Sekapuk Abdul Halim orang yang inovatif dalam mengelola PAD [sumber gambar]
Jika dilihat dari sisi geografis, Desa Sekapuk secara dikelilingi gunung kapur yang membuat daerah di sekitarnya terlihat tandus dan gersang. Status sebagai desa tertinggal pun sempat disematkan pada wilayah yang mayoritas warganya bekerja sebagai buruh tambang batu kapur. Kini, hal tersebut tak lagi ditemukan karena Desa Sekapuk telah mengalami kemajuan luar biasa berkat inovasi dan kreativitas yang dilakukan.

Sukses mencetak pendapatan asli desa (PADes) yang mencapai Rp1,5 miliar

Obyek wisata Setigi yang banyak dikunjungi wisatawan [sumber gambar]
Salah satu inovasi Desa Sekapuk adalah keberadaan obyek wisata Selo Tirto Giri (Setigi), yang mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi BUMDes. Tercatat, Desa Sekapuk mampu menyumbang ke Pemerintah Desa (Pemdes) hingga mencapai Rp1,5 Miliar. Belum lagi unit usaha PKK yang menjual produk jajanan dan katering, menargetkan pendapatan sebesar Rp1,9 miliar per tahun.

Mampu bergerak secara mandiri dan punya lima kendaraan operasional desa

Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim saat naik di atas kendaraan operasional jenis Alphard [sumber gambar]
Semua inovasi yang dilakukan tak hanya menghasilkan profit yang signifikan, tapi juga memberikan kemudahan bagi Desa Sekapuk untuk memiliki kendaraan operasional sendiri yang berjumlah 5 unit mobil, yakni dan satu unit mobil Ambulance standar penanganan Covid-19, Alphard untuk Pemdes, Mazda Double Cabin untuk Wisata, Grand Livina untuk PKK, dan Expander untuk BUMDes.

Perputaran ekonomi yang ditunjang dengan pengentasan tingkat pengangguran

Gapura masuk ke wilayah Desa Sekapuk [sumber gambar]
Pencapaian tersebut tak lepas dari kepiawaian Desa Sekapuk dalam berinovasi, hingga akhirnya sukses menggerakkan perekonomian rakyat. Tak hanya itu, keberadaan obyek wisata Selo Tirto Giri (Setigi) juga mampu mengentaskan pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru. Tak mengherankan jika BUMDes menargetkan profit 4 miliar per tahun yang berpengaruh pada PADes hingga menjadi 1,5 Miliar.

Deklarasi sebagai ‘Desa Miliarder’ pertama di Indonesia

Acara Deklarasi Desa Miliarder di Wisata Setigi (Selo, Tirto, Giri) [sumber gambar]
Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk kemudian menggelar deklarasi Desa Miliarder di Wisata Setigi (Selo, Tirto, Giri), Pada Rabu (2/8), yang diikuti oleh pihak-pihak terkait. “Alhamdulillah, hari ini kami, mendeklarasikan Sekapuk Desa Miliarder di Indonesia,” ucap Kades Sekapuk Kabupaten Gresik, Abdul Halim, yang dikutip dari Times Indonesia (2/8/2020).

BACA JUGA: Kisah Kepala Desa yang Sukses Ubah Desa Miskin Menjadi Ladang Uang Milyaran Rupiah

Wajar jika Desa Sekapuk mendeklarasikan wilayahnya sebagai ‘desa miliarder’. Bukan soal kendaraan operasional yang dimiliki, tapi kemampuan seluruh komponen di dalamnya yang menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa. Hal tersebut secara otomatis juga mengangkat citra desa yang dulunya sangat tertinggal. Semoga pencapaian Desa Sekapuk di atas bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.