in

Belajar dari Deni Pardede, Pengamen Asal Malang Bersuara Emas yang Masa Lalunya Suram

Bangkit, menjadi suatu kata yang sangat sulit dilakukan orang. Tidak banyak yang dapat menjalaninya, terlebih apabila dulu dalam hidupnya ada banyak hal tragis yang pernah menimpa. Diperlukan tekad yang sangat kuat dan beribu-ribu usaha untuk dapat melakukan hal ini. Mereka yang mampu bangkit pada umumnya adalah orang yang benar-benar kuat dan mau berjuang.

Banyak kisah terpuruk dan bangkit di dunia, termasuk seorang pengamen bernama Deni Pardede ini. Mengawali kehidupan dengan menyenangkan lalu kemudian bertubi-tubi cobaan menghantamnya, Deni tegak menantang. Kini meskipun hanya menjadi seorang musisi jalanan, ia tak pantang menyerah. Sang musisi bersuara merdu ini sadar jika hidup tidak hanya tentang kesedihan, tapi bagaimana membalik itu sehingga membuatnya bermakna. Kisahnya yang inspiratif layak Boombastis angkat sehingga bisa jadi pelajaran untuk kita semua.

Menjadi korban dari tindakan pengobatan dokter

Dokter [Sumber Gambar]
Tidak ada satupun manusia di bumi ini mau menjadi korban dari salah pengobatan. Mereka pada umumnya menginginkan kesembuhan dari penyakit yang dialami. Begitu juga harapan dari Deni Pardede ini, yang sebetulnya ingin menyembuhkan tangan patah tapi malah berujung penyakit baru. Kisah tersebut berawal dari kecelakaan jatuh dari pohon saat masih SMP. Deni kala itu harus melakukan penyembuhan dengan perban pada kedua tangannya. Namun, Setelah sembuh malah penyakit yang baru muncul dan membuat seluruh tubuhnya putih seperti sekarang. Kejadian tersebut sempat menghancurkan kepercayaan diri pria asal Malang ini. Parahnya lagi menutup perkembangan bakat besarnya dalam dunia bermusik.

Terjerumus dalam dunia hitam saat masih berusia remaja

Punk Jalanan [Sumber Gambar]

Gelora besar masa muda memang membuat siapa saja larut di dalamnya. Hal tersebut yang juga membuat Deni Pardede waktu itu menjadi anak Punk setelah tamat SMA. Rasa ingin tahu yang besar membuat pria berperawakan kurus ini masuk dalam pusaran hitam. Dalam dunia barunya, Deni  Pardede mengaku ingin mencoba suatu hal yang belum pernah diperbuatnya. Saat mencari jati diri bapak empat anak ini akrab dengan beberapa tindakan negative. Dari mulai perang antar geng punk sampai beberapa kali dekat dengan minuman beralkohol. Meski berdampak buruk dalam hidupnya dari sinilah kemampuannya dalam bermusik mulai terasah dengan didapuk menjadi gitaris dari sebuah band lokal asal Kota Malang.

Cinta pada gadis menjadi titik balik dalam hidup

Jatuh Cinta [Sumber Gambar]
Setelah tenggelam dalam gelapnya dunia punk, Deni Pardede mendapatkan titik balik dalam hidupnya. Saat itu, cintalah yang mengubah 360 derajat jalan kehidupan sang musisi ini. Mengaku jatuh cinta kepada wanita yang ditemui saat camping, kala itu Deni mencoba menjalin tali asmara dengan bunga desa asal kota tetangga. Hubungan yang mendapat lampu hijau dari orang tua gadis pujaan hati, memaksanya harus mulai mencari pekerjaan. Akhirnya untuk mewujudkan hal tersebut pria asal Malang ini berjualan STMJ. Profesi baru dan hasrat menuju pelamin membuat Deni meninggalkan dunia hitam. Namun, kisah percintaan yang diimpikan harus kandas tatkala hubungan mereka harus berakhir. Meskipun harus sakit hati tapi dirinya bersyukur dapat terlepas dari hal negative.

Menekuni profesi musisi jalanan dengan sepenuh hati

Rasa sakit bertubi-tubi yang dialami Deni Pardede tidak membuatnya patah semangat. Melalui tembang-tembang lagu yang ditawarkan dari rumah ke rumah membuatnya bangkit. Tercatat sudah sepuluh tahun lamanya pria asli malang ini menjadi pengamen. Beberapa lokasi di Malang menjadi tempat suara merdunya berkumandang. Belasan orang tersihir oleh lentiknya tangan Deni saat memainkan gitar. Profesi inilah yang sangat disukainya, bahkan membuat Deni selalu seratus persen dalam menjalani kegiatan tersebut. Dirinya mengaku bahwa uang bukan tujuan utama dalam mengamen tapi kepuasan dan apresiasi orang adalah hal nomer satu. Jadi tidak heran apabila banyak orang menjadi pengagumnya karena totalitasnya saat bermusik.

Merintis usaha untuk bahagiakan keluarga kecilnya

Berjualan STMJ [Sumber Gambar]
Harta paling berharga adalah keluarga, tentu menjadi sebuah kalimat yang bukan hanya hisapan jempol belaka. Selain berjual suara dari rumah ke rumah, pria asli Malang ini juga merintis usaha sendiri. Berbekal kemampuan pernah bekerja di tempat STMJ membuatnya sekarang menekuni profesi tersebut. Empat orang anak menjadi semangatnya dalam mencari nafkah, bahkan dirinya rela untuk tidak merokok agar dapat membeli susu buah hatinya. Deni mengaku bahwa kebahagiaan keluarganya adalah hal utama dalam hidupnya. Jadi tidak heran apabila Deni mau untuk mengamen dan berjualan setiap harinya. Setelah gagal menikahi gadis desa, kini pria asal Malang itu menikahi wanita bernama Lila dan dikaruniai empat buah hati.

Setiap orang pasti merasakan keterpurukan dalam kehidupannya. Perputaran roda hidup yang terus bergerak membuat hal tersebut memang tidak bisa dihindari. Namun, bukan alasan untuk berpasrah diri dalam menghadapi suatu keadaan yang sering berubah. Seperti kisah Deni ini yang mampu bangkit lagi meski pernah berkali-kali dihantam cobaan hidup. Jadi meskipun dalam keadaan sesulit apapun asal mau berusaha pastilah semua hal dapat ditaklukan.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Mengenang Jules Rimet, Trophy Pertama Piala Dunia yang Nasibnya Mengenaskan

Tralala Trilili, Program Anak Jaman ‘Old’ yang Bikin Kangen Masa Lalu