Bebeberapa waktu lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan kemunculan video yang menarik perhatian. Terlihat para santri sedang duduk di dalam sebuah ruangan. Sekilas tak ada yang aneh dengan hal tersebut. Tapi saat terdengar suara musik, para santri kompak menutup kuping mereka dengan kedua tangannya.
Video tersebut langsung viral dan menuai beragam komentar. Bahkan beberapa publik figur, salah satunya Deddy Corbuzier, juga turut berkomentar. Namun ternyata Deddy menyesali komentarnya hingga meminta maaf. Inilah ulasan selengkapnya
Berawal dari postingan Stafsus Presiden RI
Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendroprayono mengunggah video para santri yang sedang menutup telinga saat mendengar musik. Diaz merasa kasian dengan para santri itu yang menurutnya sudah diberikan pendidikan yang salah sedari kecil.
Deddy akui dirinya bodoh
Melihat komentarnya dikecam banyak orang, Deddy memutuskan untuk memberikan penjelasan. Deddy tak tahu bahwa para santri sedang menghafal Al-Qur’an. Ayah satu anak ini merasa bodoh karena berkomentar tanpa melihat situasi. Ia mengatakan dirinya masih harus banyak belajar, terutama tentang agama dan manusia.
Fakta di balik video santri tutup telinga
Yenny Wahid dan Sujiwo Tedjo ajak publik tak sembarangan melabeli seseorang
Putri Gus Dur, Yenny Wahid berpendapat bahwa sikap para santri bukanlah tindakan radikal. Para guru yang melarang muridnya untuk mendengarkan musik agar fokus menghafal Al-Qur’an tak pantas disebut radikal. Menurut Yenny, menyematkan label pada orang lain hanya akan memecah belah masyarakat.
BACA JUGA: Viral Video Gancet di YouTube Gus Idris, Ternyata Hanya Settingan dan Disebut untuk Edukasi
Kejadian yang dialami Deddy mengajarkan agar kita tak langsung menuliskan komentar jika belum tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Selain itu, jangan mudah menghakimi tindakan seseorang. Kita bukanlah manusia sempurna yang tak pernah salah. Sebelum menunjuk orang lain, koreksi dulu diri kita sendiri.