Beberapa waktu yang lalu kita sempat dibuat heboh mengenai rencana perbaikan gedung DPR yang mengalami kemiringan. Dan kini, lagi-lagi muncul berita mengenai DPR yang katanya mengajukan dana lumayan fantastis untuk perancangan pembangunan gedung baru. Sebagian netizen mendukung hal tersebut, namun yang lain menolak mentah-mentah.
Terlepas dari semua itu, melihat jumlahnya yang fantastis untuk sebuah perancangan gedung baru, kira-kira kalau uang tersebut dialokasikan untuk hal yang lain bisa untuk apa saja ya? Apalagi mengingat sekarang kan masih banyak masalah di Indonesia yang belum terselesaikan, semisal pendidikan. Berikut beberapa hal yang bisa terjadi seandainya dana gedung baru DPR dialokasikan untuk hal lain.
Biaya perencanaan gedung baru DPR bisa buat lebih dari 3 ribu sekolah baru
Seperti yang diketahui, rupanya dana 601 Miliar rupanya bukan pembangunan dari gedung baru DPR itu sendiri melainkan hanya perencanaannya saja. Semua dana itu mencakup konsultan perencanaan dan manajemen konstruksi. Ya, ternyata biaya pembagunannya sendiri yang sudah diajukan dalam APBN adalah sekitar 5,7 Triliun, bisa kurang atau lebih.
Bisa beri makan pengungsi Rohingnya satu bulan
Ternyata dari total dana perencanaan pembangun gedung DPR, kita bisa saja membantu pengungsi Rohingya selama hampir satu bulan. Caranya adalah dengan membelikan anggaran 601 Miliar tersebut dengan sebuah nasi kotak seharga 20 ribuan, nah di sana kita mungkin akan mendapatkan kurang lebih 10 jutaan konsumsi yang siap dikirim.
Bisa meringankan kerugian negara mengenai kasus e-KTP
Sampai saat ini kasus mengenai e-KTP masih belum ditemukan titik terangnya. Padahal kerugian negara akibat korupsi berjamaah tersebut sampai pada nominal 2,1 Triliun. Mirisnya lagi, kebanyakan pelaku dari korupsi tersebut adalah dari kalangan pejabat anggota dewan sendiri.
20 juta lajang di Indonesia bisa menikah
Ternyata di negeri kita yang tercinta ini ada kurang lebih hampir 52 juta pria dan wanita lajang yang belum menikah. Masalahnya umumnya sama, si wanita inginnya pria tajir sebagai pasangannya dan pernikahan dibuat mewah, sedangkan si pria belum punya uang untuk mewujudkannya.
Kembali lagi, semua diserahkan pada para anggota dewan mau dialokasikan ke mana, apakah dilanjutkan masalah perencanaan gedung baru atau hal seperti di atas. Yang jelas apapun yang nantinya dipilih, semoga hal itu juga baik untuk kepentingan rakyat.